Serangan roket Israel di Beirut menyusul kepulan asap hitam tebal di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, Lebanon, Kamis (12/3/2026). Serangan tersebut dilaporkan meluas hingga ke wilayah Lebanon, dengan salah satu gempuran menghantam kawasan pusat kota Beirut yang berdekatan dengan kompleks pemerintahan. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer telah diperintahkan untuk memperluas kampanye militernya, salah satunya ke Lebanon. "Kami menjanjikan ketenangan dan keamanan kepada masyarakat di utara, dan itulah yang akan kami berikan," ujar Katz dalam pertemuan dengan pejabat militer senior, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/3). (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Serangan udara tersebut menghantam sebuah gedung di kawasan Bachoura, sekitar 1 kilometer dari kantor pemerintahan Lebanon, Grand Serail, pada pukul 17.30 waktu setempat. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Sebelum serangan, militer Israel mengeluarkan peringatan kepada warga agar menjauh dari area yang disebut berada di dekat fasilitas Hizbullah yang menjadi target. Tak lama setelah itu, peringatan serupa juga diberikan kepada warga di distrik Zuqaq al-Blat yang berada di dekatnya. Serangan berikutnya kemudian menghantam sebuah bangunan yang lebih dekat ke kompleks pemerintahan. (REUTERS/Mohamed Azakir)
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan lain yang terjadi saat subuh di wilayah Beirut menewaskan sedikitnya 12 orang. Gempuran tersebut menghantam trotoar di kawasan tepi laut yang menjadi tempat puluhan keluarga pengungsi mendirikan tenda dan bermalam. (REUTERS/Mohamed Azakir)
Sejak pekan lalu, Israel meningkatkan serangan udara di wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis Hizbullah. Otoritas Lebanon menyebut total korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai 687 orang, termasuk 98 anak-anak, 62 perempuan, dan 18 tenaga medis. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

6 hours ago
1















































