Presiden Prabowo Minta Kepala Daerah tak Kerahkan Warga Sambut Kedatangannya

2 weeks ago 4
Presiden Prabowo Minta Kepala Daerah tak Kerahkan Warga Sambut Kedatangannya Presiden Prabowo Subianto.(Dok. Sekretariat Negara)

KEDATANGAN Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk menyaksikan akad massal KPR 62.000 rumah subsidi menarik perhatian publik. Dalam kunjungan tersebut, Presiden melontarkan sejumlah pernyataan yang menjadi sorotan, terutama terkait penyambutan dirinya oleh masyarakat.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (30/7), ribuan warga sejak pagi telah bersiap menyambut kedatangan Presiden. Warga umum hingga anak sekolah berbaris rapi di pinggir jalan menuju lokasi kegiatan di Puri Delta City Side, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Sepanjang perjalanan, warga mengelu-elukan Presiden yang melintas menggunakan mobil Jeep kepresidenan warna putih. Presiden Prabowo tampak berdiri dan melambaikan tangan menanggapi antusiasme warga meski cuaca terasa panas menyengat.

Sentilan untuk Kepala Daerah

Sambutan hangat warga di sepanjang jalan tersebut rupanya memicu perhatian khusus dari Presiden. Saat memberikan sambutan dalam acara akad massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Prabowo memberikan "sentilan" kepada para kepala daerah.

"Saya senang kalau ke daerah-daerah, seperti hari ini saya rasakan di Batang, beberapa saat lalu saya di Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo dan daerah mana-mana saya rasakan hangatnya rakyat," ujar Prabowo.

Namun, ia mengaku merasa kasihan jika masyarakat harus dikerahkan untuk berdiri di pinggir jalan dan menahan terik matahari demi menyambutnya. Ia menekankan bahwa hal terpenting adalah kehadiran pemerintah untuk melayani rakyat.

"Sekali lagi saya ngomong gubernur, bupati tidak perlu dikerahkan rakyat sebegitu banyak untuk saya. Karena saya senang ketemu dengan rakyat, tapi kalau dikerahkan saya kasihan dia nunggu panas itu. Santai-santai saja, yang penting kita bekerja untuk rakyat," tegasnya.

Dalam acara tersebut, suasana sempat mencair saat Presiden menyapa Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang duduk berdampingan. "Jaksa Agung, Kapolri, saya ulangi ya, jaksa agung dan kapolri selalu berdekatan," canda Prabowo yang disambut tawa hadirin.

Kolaborasi Indonesia Incorporated

Selain menyoroti soal penyambutan, Presiden Prabowo berdialog langsung dengan sejumlah penerima KPR Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Ia secara detail menanyakan jumlah angsuran bulanan yang harus dibayarkan oleh warga.

Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperluas program penyediaan rumah melalui berbagai terobosan pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya semangat "Indonesia Incorporated" dalam menyelesaikan masalah backlog perumahan.

"Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang dan sektor swasta menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. Ini yang dimaksud Indonesia Incorporated, yaitu semangat bergotong royong membangun bersama," jelasnya.

Menutup arahannya, Presiden menekankan pentingnya inovasi dan keberanian melakukan terobosan dengan mempelajari praktik terbaik dari negara lain. Ia optimis dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah mampu mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh pelosok Indonesia. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |