Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri), Wamendagri Ribka Haluk (kanan), dan Seskab Teddy Indra Wijaya (kedua kanan) bersiap mengikuti Pelantikan Pamong Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/hma)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif atau nonblok. Indonesia, tetap ada pada posisi nonblok di tengah ketegangan geopolitik dunia.
"Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Warisan itu adalah politik luar negeri yang nonblok, nonalign,"kata Prabowo dalam pidato pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pusat dan Daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Prinsip nonblok tersebut, ujar dia, menjadi landasan diplomasi Indonesia hingga saat ini.
Para pendiri bangsa, kata Prabowo, menerapkan kebijakan yang ingin agar Indonesia sebagai tetangga yang baik untuk seluruh negara.
Ia menekankan agar persoalan yang ada dengan negara lain harus diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai. Meskipun ada kepentingan-kepentingan banyak pihak.
Prabowo menegaskan Indonesia akan mengedepankan kebijaksanaan dan tidak mudah terpancing oleh provokasi.
"Indonesia adalah negara yang paling besar, karena itu kita juga harus lebih arif, kita harus lebih sabar, kita tidak boleh diprovokasi," kata dia.
Selain itu, dalam membina dan menjaga hubungan dengan negara-negara besar, Prabowo mengatakan Indonesia pada posisi netral.
Netral, uajr dia, merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah adanya konflik. (Ant/H-4)
















































