Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti( Pierre-Philippe MARCOU / AFP)
BRASIL akan menghadapi Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (6/7) pukul 03.00 WIB. Laga Brasil vs Norwegia ini menjadi duel yang menarik karena mempertemukan dua tim yang sama-sama lolos dengan modal kemenangan dramatis di fase sebelumnya.
Tim Selecao besutan Carlo Ancelotti memastikan tiket ke fase gugur setelah bangkit dari ketertinggalan dan menundukkan Jepang dengan skor 2-1. Sementara itu, Norwegia melaju usai mengalahkan Pantai Gading dengan skor identik berkat gol penentu kemenangan Erling Haaland pada menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan ini juga menghadirkan catatan sejarah yang kurang menguntungkan bagi Brasil. Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Norwegia, Selecao belum pernah sekalipun meraih kemenangan.
Pertemuan paling dikenang terjadi pada Piala Dunia 1998 di Stade Velodrome, Marseille. Saat itu Brasil sempat unggul lebih dahulu, tetapi akhirnya kalah 1-2 setelah Norwegia mencetak gol kemenangan di penghujung laga. Meski demikian, Brasil saat itu telah memastikan diri lolos sebagai juara Grup A sebelum pertandingan tersebut berlangsung.
Setelah itu, kedua tim kembali bertemu dalam laga persahabatan pada 2006 yang berakhir imbang 1-1, sehingga hingga kini Norwegia masih mempertahankan rekor tak terkalahkan atas Brasil. Rekor tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Carlo Ancelotti yang baru menukangi Selecao. Pelatih asal Italia itu sempat berada dalam tekanan ketika timnya tertinggal dari Jepang pada babak 16 besar. Jepang membuka keunggulan melalui Kaishu Sano pada menit ke-30. Memasuki babak kedua, Ancelotti mengambil langkah berani dengan mengubah formasi menjadi 4-2-4 setelah memasukkan Endrick.
Perubahan strategi itu membuahkan hasil. Casemiro menyamakan kedudukan melalui sundulan sebelum satu jam pertandingan berjalan, sementara Gabriel Martinelli memastikan kemenangan Brasil lewat gol pada menit kelima masa tambahan waktu babak kedua.
Sejak menjadi juara dunia pada 2002, Brasil belum lagi mampu mengangkat trofi Piala Dunia. Dalam beberapa edisi terakhir, pencapaian terbaik mereka hanya mencapai babak perempat final, termasuk saat menjadi tuan rumah pada 2014.
Kini Ancelotti berupaya membawa Brasil melangkah lebih jauh dan menghindari kegagalan mencapai perempat final. Jika tersingkir di babak 16 besar, itu akan menjadi eliminasi paling awal Brasil sejak kalah dari Argentina pada fase yang sama di Piala Dunia 1990.
Di kubu Norwegia, hanya sembilan pemain dalam skuad saat ini yang telah lahir ketika tim mereka mengalahkan Brasil di Piala Dunia 1998. Penjaga gawang Orjan Nyland yang kini berusia 35 tahun menjadi salah satu pemain yang kemungkinan masih mengingat kemenangan bersejarah tersebut.
Meski mengakui Brasil tetap merupakan salah satu tim terkuat dunia, Norwegia menilai lawannya kini tidak sedominan beberapa dekade lalu. Kondisi itu diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Stale Solbakken.
Norwegia juga tampil cukup produktif sepanjang turnamen. Mereka selalu mencetak gol sekaligus kebobolan dalam setiap pertandingan sejak kembali tampil di putaran final Piala Dunia.
Satu-satunya kekalahan Norwegia terjadi saat menghadapi Prancis pada laga terakhir Grup I. Ketika itu Solbakken menurunkan banyak pemain pelapis dan timnya kalah telak 1-4 dari salah satu favorit juara.
Menjelang pertandingan melawan Norwegia, Brasil menghadapi beberapa persoalan kebugaran pemain. Raphinha dipastikan absen, sedangkan kondisi Lucas Paqueta dan Casemiro masih terus dipantau.
Paqueta ditarik keluar pada babak pertama saat menghadapi Jepang, sementara Casemiro diganti sesaat sebelum gol kemenangan Martinelli tercipta.
Meski demikian, Casemiro diperkirakan tetap dapat tampil sebagai starter. Sementara itu, posisi Paqueta kemungkinan akan digantikan Danilo Santos di lini tengah.
Di lini depan, Matheus Cunha diperkirakan tetap dipercaya mengisi susunan pemain utama meski gagal menambah koleksi tiga golnya saat melawan Jepang. Dengan demikian, Martinelli kemungkinan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Ancelotti juga diprediksi kembali menggunakan formasi 4-3-3 dan tidak langsung memainkan Endrick sejak menit pertama.
Performa Vinicius Junior menjadi salah satu andalan Brasil sepanjang turnamen. Penyerang Real Madrid tersebut telah mengoleksi empat gol dan satu assist, sekaligus menjadi pemain paling berbahaya di lini serang Selecao.
Sementara itu, Norwegia masih menunggu perkembangan kondisi Julian Ryerson yang belum bermain sejak mengalami cedera paha saat menghadapi Senegal. Bek tersebut dikabarkan hampir pulih dan berpeluang kembali masuk skuad.
Di lini depan, Erling Haaland menjadi tumpuan utama Norwegia. Dalam debutnya di Piala Dunia, penyerang Manchester City itu telah mencetak lima gol dan hanya terpaut dua gol dari torehan Kylian Mbappe serta Lionel Messi di daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Lima gol Haaland menyumbang separuh dari total 10 gol yang telah dicetak Norwegia sepanjang turnamen. Empat gol lainnya dibagi oleh empat pemain berbeda, sementara satu gol tambahan berasal dari gol bunuh diri lawan. Peran Martin Odegaard dan Patrick Berg juga tidak kalah penting. Keduanya telah mencatatkan masing-masing tiga dan dua assist, menjadikan mereka motor kreativitas permainan Norwegia dalam mendukung produktivitas Haaland di lini depan. (Sportmole/H-4)








































