Profil Ali Larijani, Pemimpin Dewan Keamanan Iran yang Dibunuh Israel

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani meninggal dunia dalam serangan Israel pada Senin (16/3) malam.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan Larijani tewas bersama dengan Komandan pasukan paramiliter Iran Basij, Gholamreza Soleimani.

"Para pemimpin rezim ini telah tewas dan kemampuan mereka dibinasakan," kata Katz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentara kami bekerja keras untuk terus menyerang dan memusnahkan kemampuan rudal serta infrastruktur strategis Iran," lanjutnya.

Ali Larijani tewas ketika sedang mengunjungi putrinya di wilayah timur ibu kota Teheran.

Tak lama setelah dikabarkan tewas, akun media sosial Larijani sendiri mengunggah tulisan tangan yang menyampaikan belasungkawa atas syahidnya warga Iran dalam perang.

"Kenangan mereka akan selalu tetap di hati rakyat Iran, dan kemartiran ini akan memperkuat fondasi tentara Republik Islam dalam struktur angkatan bersenjata untuk tahun-tahun mendatang. Saya memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk menganugerahkan kepada para syahid terkasih ini kedudukan tertinggi," demikian unggahan Larijani.

Profil Ali Larijani

Ali Larijani merupakan politisi veteran Iran yang kembali muncul sebagai pejabat keamanan Iran pada tahun lalu.

Larijani ditunjuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada Agustus 2025, setelah Ali Akbar Ahmadian dikabarkan melemah pasca perang Israel-Iran pada Juni 2025.

Penunjukan Ali Larijani saat itu membuat banyak pihak heran lantaran Khamenei sebelumnya menentang Larijani menduduki posisi tersebut.

Larijani punya sejarah tak baik dengan Guardian Council, yang mendiskualifikasinya dari dua pemilihan presiden terakhir karena alasan kurangnya "kehati-hatian" dan kurangnya pegalaman eksekutif yang memadai.

Larijani sebelum ini menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional pada periode 2005 hingga 2007.

Menurut laporan Middle East Eye (MEE), Larijani dahulu merupakan tokoh reformis yang mendukung Iran menjalin hubungan dengan AS. Rekam jejaknya menunjukkan ia terbuka akan hubungan diplomatik dengan Washington.

Dilansir dari Reuters, selama menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi periode ini, Larijani terlibat dalam urusan luar negeri dan domestik Iran, mulai dari negosiasi nuklir hingga tindakan tegas Teheran terhadap kerusuhan.

Salah satu tindakan tegas ini tercermin dalam aksi represif otoritas Iran dalam demo sipil pada Desember 2025 lalu.

Mengenai urusan luar negeri, Larijani merupakan sosok yang dipercaya Khamenei mengurus negosiasi nuklir dengan AS. Saat diwawancara media bulan lalu, ia menyatakan masalah nuklir ini Iran merupakan hal yang "dapat diselesaikan".

"Jika kekhawatiran Amerika adalah agar Iran tidak mendekati tingkat senjata nuklir, hal itu bisa diatasi," kata Larijani.

Larijani menjabat sebagai ketua parlemen Iran dari tahun 2008 hingga 2020. Selama masa jabatannya, Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan enam kekuatan dunia.

Namun, pada 2018, AS menarik diri dari kesepakatan yang dicapai per 2015 tersebut.

Pasca serangan AS-Iran menewaskan Khamenei, Larijani mulai menggeser posisinya. Ia telah menegaskan tak akan ada lagi negosiasi antara AS dan Iran.

Larijani menuduh AS dan Israel berupaya menghancurkan Iran serta mengancam akan menindak keras kelompok separatis yang macam-macam dengan Teheran.

Larijani selama ini juga memegang peran penting dalam hubungan Iran dengan negara-negara sekutu seperti Rusia dan China.

Pada Januari, ia terbang ke Moskow untuk menjadi utusan khusus Iran. Ia juga terlibat dalam tercapainya kesepakatan 25 tahun antara Iran dan China.

Dahulu, ia juga berperan penting dalam Perang Iran vs Irak.

Larijani lahir di Najaf, Irak, pada 1958 dari keluarga terkemuka Iran. Ia kemudian pindah ke Iran saat kecil dan menempuh pendidikan tinggi hingga mendapat gelar PhD filsafat.

Beberapa saudara lelakinya pernah memegang jabatan senior di pemerintahan, termasuk di bidang peradilan dan kementerian luar negeri.

Salah satu putrinya diberhentikan dari posisi pengajar kedokteran di Universitas Emory AS pada Januari menyusul protes aktivis Iran-AS yang marah atas perannya dalam kekerasan di demo Iran.

Sepak terjang Larijani, latar belakang pendidikannya, serta riwayat keluarganya yang terdidik sempat membuat dia jadi salah satu calon potensial pengganti Khamenei.

"Jaringan keluarga Larijani bisa dibilang merupakan jaringan kekuasaan paling berpengaruh yang saling terkait di jajaran atas rezim," demikian pernyataan media Turki TRT.

Meski begitu, tangan kanan Khamenei ini tidak dipilih oleh Majelis Ahli, kelompok ulama Syiah yang bertugas memilih pemimpin tertinggi. Jabatan Khamenei diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Media Kuwait Al Jarida sempat mengabarkan bahwa Larijani merupakan sosok di balik pidato perdana Mojtaba, yang dilaporkan terluka dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari. Kelompok reformis menyebut pidato Mojtaba identik dengan kalimat yang kerap diucapkan Larijani.

Mojtaba sendiri dikabarkan berada di Rusia untuk menjalani operasi atas cederanya.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |