Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Karier BUMN hingga OTT KPK

2 weeks ago 3
 Karier BUMN hingga OTT KPK Profil lengkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.(Dok. Puskapik)

BUPATI Pemalang Anom Widiyantoro, yang menjabat untuk periode 2025-2030, kini tengah menjadi sorotan publik setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28-29 Juli 2026. Sebelum terjun ke dunia politik, Anom dikenal sebagai sosok profesional dengan rekam jejak panjang di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Profil dan Latar Belakang Profesional

Lahir di Cimahi pada 20 Maret 1970, Anom Widiyantoro memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang manajemen keuangan dari Universitas Diponegoro (S1) dan Universitas Padjadjaran (S2).

Sebelum terpilih sebagai Bupati, ia menghabiskan sekitar 25 tahun berkarier di PT Wijaya Karya (WIKA) dengan berbagai posisi strategis, mulai dari auditor internal hingga General Manager.

Pada periode 2021-2024, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property. Pengalaman korporasi ini membentuk gaya kepemimpinannya yang manajerial-korporat, menekankan pada aspek perencanaan, digitalisasi, dan pengelolaan risiko.

Visi "Pemalang Bercahaya" dan Misi RHAPSODI

Dalam memimpin Kabupaten Pemalang bersama Wakil Bupati Nurkholes, Anom mengusung visi "Pemalang Bercahaya" (Bersih, Cakap, Handal, Mulya). Visi ini diimplementasikan melalui misi RHAPSODI yang mencakup delapan poin utama:

  • Resik: Budaya dan lingkungan bersih.
  • Hijau: Ekonomi dan industri berkelanjutan.
  • Apik: Tata kelola wilayah dan pelayanan prima.
  • Peduli: Fokus pada kebutuhan sosial.
  • Silaturahmi: Kolaborasi pemangku kepentingan.
  • Organisatoris: Penguatan birokrasi.
  • Digitalisasi: Pemanfaatan teknologi.
  • Ikhlas: Orientasi etika pelayanan publik.

Harta Kekayaan

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 26 Maret 2026, Anom tercatat memiliki total kekayaan bersih sekitar Rp21,32 miliar. Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp12,29 miliar, serta harta lainnya yang mencapai Rp7,03 miliar.

Catatan Hukum Terbaru

Per 29 Juli 2026 pukul 14.42 WIB, Anom Widiyantoro sedang menjalani pemeriksaan intensif di KPK terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Pemalang dan praktik jual beli jabatan. KPK mengamankan uang tunai lebih dari Rp2 miliar dalam operasi tersebut. Status hukum resmi Anom belum ditetapkan, dan asas praduga tidak bersalah tetap dikedepankan.

Sebagai bupati dengan latar belakang teknokrat, Anom awalnya dipandang mampu membawa perubahan signifikan melalui penataan birokrasi dan digitalisasi. Namun, keterlibatannya dalam kasus hukum di tengah masa jabatan menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan program prioritas di Pemalang, termasuk penataan ruang publik dan pengentasan kemiskinan yang sedang berjalan. (JDIH/Pemalang Official Site/Ant/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |