Program TEKAD PBRT Perkuat Ekonomi 1.700 Rumah Tangga di Papua

2 weeks ago 3
Program TEKAD PBRT Perkuat Ekonomi 1.700 Rumah Tangga di Papua Program TEKAD PBRT atau Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga.(MI/HO)

KEMENTERIAN Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersinergi dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Kitong Bisa Foundation untuk memperkuat kemandirian ekonomi di Tanah Papua. Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga (TEKAD PBRT), sebanyak 1.700 rumah tangga di 79 kampung mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan.

Program ini menyasar empat wilayah strategis di Provinsi Papua dengan rincian cakupan sebagai berikut:

Aspek Program Keterangan
Wilayah Sasaran Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen
Jumlah Penerima Manfaat 1.700 Rumah Tangga
Jumlah Kampung 79 Kampung
Metode Pendekatan Household Management System (HMS) & Perencanaan Berbasis Rumah Tangga (PBRT)
Fokus Utama Literasi Keuangan, Kewirausahaan, dan Dukungan Permodalan

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, turun langsung mendampingi para fasilitator Kitong Bisa Foundation ke pelosok kampung. Billy menekankan pentingnya menyederhanakan konsep ekonomi agar mudah diimplementasikan oleh masyarakat lokal.

“Sebagai seorang ekonom, tugas saya adalah membahasakan teori ekonomi yang sulit menjadi pengetahuan yang sederhana. Keluarga di Papua perlu tahu cara mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan pendidikan anak,” ujar Billy.

Menurut Billy, pemberian modal usaha tanpa dibekali kemampuan manajemen keuangan berisiko tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, TEKAD PBRT mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, dan permodalan secara simultan. Pendekatan HMS yang didorong IFAD membantu keluarga memetakan aset, pengeluaran, hingga target keuangan masa depan.

Perjalanan menuju 79 kampung tersebut bukanlah perkara mudah. Tim harus menempuh jalur darat berjam-jam hingga menggunakan transportasi laut untuk menjangkau wilayah kepulauan. Namun, keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan semangat tim untuk menghadirkan perubahan.

“Perjalanan menuju kampung-kampung tidak selalu mudah, ada yang harus ditempuh dengan perahu. Namun, semangat menghadirkan perubahan bagi masyarakat Papua menjadi kekuatan utama kami,” tambahnya.

Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui simulasi dan diskusi mengenai potensi ekonomi lokal. Respon positif datang dari para kepala kampung dan tokoh masyarakat yang mengapresiasi perpaduan antara peningkatan kapasitas SDM dengan dukungan modal usaha.

Billy berharap program ini menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi keluarga di Papua. “Keluarga yang kuat secara ekonomi akan menjadi fondasi bagi kampung dan daerah yang lebih sejahtera,” pungkasnya sembari mengapresiasi Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT serta seluruh mitra yang terlibat. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |