Ilustrasi(Dok Istimewa)
KETUA Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 merupakan momentum untuk merawat ikatan emosional dan komitmen politik dengan masyarakat setempat. Ahmad Ali mengibaratkan hubungan tersebut seperti filosofi gading gajah dalam tradisi masyarakat Flores Timur dan Lamaholot, yang melambangkan simbol kehormatan, komitmen, serta kepercayan yang diwariskan lintas generasi.
"Sebagaimana filosofi gading gajah yang melambangkan komitmen untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan, hubungan antara pemimpin dan rakyat juga memerlukan konsistensi dan kehadiran yang berkelanjutan," ujar Ahmad Ali melalui keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Ahmad Ali menyoroti rekam jejak pembangunan era pemerintahan Jokowi di kawasan timur Indonesia, khususnya NTT, yang mencakup pembangunan bendungan, infrastruktur jalan, konektivitas, hingga pengembangan destinasi pariwisata. Menurutnya, berbagai program sosial dan pembangunan fisik tersebut menjadi bukti keberpihakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat NTT selama dua periode kepemimpinan Jokowi.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menambahkan bahwa kunjungan Jokowi ke NTT menjadi pengingat penting bagi dinamika politik modern bahwa legitimasi rakyat sangat bergantung pada peninggalan (legacy) kerja nyata.
Ia menyebut perubahan dinamika atau identitas partai politik merupakan hal biasa, namun komitmen dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat harus terus dijaga sebagai aset utama seorang pemimpin.
"Di NTT, filosofi gading mengajarkan bahwa kehormatan tidak diwariskan begitu saja, melainkan dijaga melalui tindakan. Demikian pula dalam politik, kepercayaan masyarakat tidak diperoleh hanya melalui identitas politik, melainkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan oleh rakyat," jelasnya. (H-2)
















































