PSI NTT Minta Beda Pilihan Politik tak Hapuskan Rekam Jejak Pembangunan Jokowi

2 weeks ago 27
PSI NTT Minta Beda Pilihan Politik tak Hapuskan Rekam Jejak Pembangunan Jokowi Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan(Dok Istimewa )

DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau publik untuk memisahkan perbedaan pandangan politik dari penilaian terhadap rekam jejak pembangunan daerah. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan, menyambut agenda kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke NTT pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Junaidin menilai, dinamika politik tidak boleh mengaburkan realitas berbagai program pembangunan era Jokowi yang telah menggeser paradigma pembangunan dari Jawasentris menjadi Indonesiasentris.

"Silakan berbeda pilihan politik, tetapi jangan menghapus fakta sejarah. Di era Bapak Jokowi, paradigma pembangunan bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris," kata Junaidin dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Junaidin menjelaskan, perubahan orientasi pembangunan tersebut dirasakan oleh masyarakat NTT melalui pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, kawasan pariwisata, hingga program Tol Laut. Kehadiran program-program tersebut dinilai berhasil memangkas keterisolasian wilayah kepulauan dan perbatasan di NTT.

"Laut yang dulu menjadi pemisah, perlahan diubah menjadi jalan. Jarak yang dulu menjadi hambatan, mulai diubah menjadi konektivitas. Dan pulau-pulau yang dulu terasa jauh, mulai dihubungkan dengan denyut pembangunan nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Junaidin menegaskan penyambutan hangat warga NTT terhadap kunjungan Jokowi bukan bentuk pengkultusan individu, melainkan respons atas ikatan emosional dan perhatian kebijakan yang telah terbangun lama. Menurut Junaidin, kedatangan Jokowi ke Kupang dan sekitarnya menjadi momentum memori kolektif warga terhadap warisan pembangunan yang manfaatnya masih dinikmati hingga hari ini.

"Hubungan emosional antara Pak Jokowi dan masyarakat NTT tidak lahir kemarin sore. Hubungan itu dibangun melalui proses cukup lama, melalui perhatian, dan melalui kebijakan yang dirasakan masyarakat," pungkasnya. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |