Potongan-potongan es laut hanyut di dekat Kepulauan Danger Antartika dalam gambar ini, yang diambil pada 22 Januari 2023 oleh satelit Landsat 8. Beberapa pulau berwarna merah muda karena guano dari penguin Adélie yang mengonsumsi krill sebagai makanan. (NASA Earth Observatory/Michala Garrison)
FENOMENA unik di Benua Biru kembali tertangkap kamera luar angkasa. Satelit Landsat 8 milik NASA dan United States Geological Survey (USGS) berhasil mengabadikan pemandangan tak biasa di kepulauan Danger Islands, Antartika. Dari jarak ratusan kilometer di atas permukaan Bumi, area tersebut tampak dihiasi noda-noda besar berwarna merah muda keoranyean.
Usut punya usut, warna merah muda mencolok yang menutupi wilayah Heroína Island dan Beagle Island tersebut bukanlah warna batuan alamiah, melainkan guano atau kotoran dari koloni pinguin Adélie (Pygoscelis adeliae).
Diet Krill yang Mengubah Warna Guano
Warna merah muda pada kotoran pinguin tersebut berasal dari makanan utama mereka, yaitu krill. Krill merupakan krustasea laut berukuran kecil yang menjadi konsumsi harian pinguin Adélie. Hewan ini memiliki pigmen merah muda yang kuat karena mengonsumsi jenis alga tertentu di perairan dingin Antartika.
Ketika koloni pinguin dalam jumlah besar berkumpul dan membuang kotoran di area yang sama, konsentrasi guano yang tinggi menciptakan noda raksasa yang sangat kontras dengan putihnya es dan abu-abunya batuan Antartika.
Pengamatan dari Ketinggian 705 Kilometer
Kehadiran noda mencolok ini memberikan keuntungan tersendiri bagi para ilmuwan. Berada pada orbit sejauh 438 mil (sekitar 705 kilometer) di atas permukaan Bumi, satelit Landsat 8 mampu mendeteksi keberadaan koloni pinguin yang sebelumnya sulit dijangkau manusia.
Gambar yang diambil pada 22 Januari 2023 tersebut menjadi petunjuk awal bagi para peneliti untuk menentukan titik lokasi koloni. Setelah lokasi teridentifikasi melalui citra satelit, tim peneliti melanjutkannya dengan ekspedisi lapangan. Mereka menerbangakan drone untuk pemetaan dari jarak dekat serta mengumpulkan sampel guano secara langsung. Sampel kotoran inilah yang memberikan bukti ilmiah mengenai perubahan pola makan pinguin dari waktu ke waktu.
Indikator Perubahan Ekosistem Laut
Penelitian yang memanfaatkan kombinasi citra satelit dan sampel guano ini bertujuan untuk memantau bagaimana dinamika es laut memengaruhi ketersediaan pinguin dan rantai makanan di Antartika. Es laut memegang peranan kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan kutub selatan.
Keterkaitan antara es laut dan ketersediaan pakan pinguin ditegaskan Casey Youngflesh, ahli biologi dari Clemson University yang memimpin studi perbandingan antara diet pinguin dan kondisi es laut.
"Es laut merupakan faktor yang sangat penting dalam lingkungan laut Antartika. Struktur jaring-jaring makanan di wilayah tersebut berubah sebagai dampaknya," ujar Youngflesh.
Melalui pemantauan warna guano dari ruang angkasa, para ilmuwan kini dapat terus melacak dampak perubahan lingkungan global terhadap kehidupan satwa liar di kawasan paling terisolasi di Bumi. (Space/Z-2)
















































