Ratusan Wisatawan Hadiri Pasa Harau Art and Culture Festival di Lembah Harau

1 week ago 23
Ratusan Wisatawan Hadiri Pasa Harau Art and Culture Festival di Lembah Harau Ilustrasi(Dok Istimewa)

PASA Harau Art & Culture Festival Ke-8 Tahun 2026 berlangsung meriah di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Festival yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasa Harau ini didukung oleh Program Dana Indonesiaku, Kementerian Kebudayaan RI.

“Tahun ini kami didukung oleh Program Dana Indonesiaku Kementerian Kebudayaan RI, serta dibantu berbagai mitra kolaborasi dari sanggar seni di Sumatera Barat, Yayasan Bintang Kidul, Yayasan Umar Kayam, dan Perkumpulan MPM,” ujar Rahmad Fauzan, Direktur Pasa Harau, dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Terlihat sejumlah wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat—seperti Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Agam—serta daerah lain di Indonesia seperti Riau, Jakarta, dan Yogyakarta hadir memadati lokasi. Bahkan, beberapa wisatawan mancanegara turut menyaksikan festival di tengah lanskap Lembah Harau yang indah.

Pasa Harau merupakan salah satu festival berbasis warga di Indonesia yang seluruh penyelenggaraannya dikelola oleh masyarakat dan komunitas budaya setempat.

Perjumpaan Tradisi dan Kreativitas Generasi Muda

Dalam sambutannya, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III, Roby Satria, M.Hum., mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan festival yang telah bertahan selama delapan tahun.

“Tentu tidak mudah menyelenggarakan festival budaya seperti Pasa Harau ini. Banyak festival di Sumatera Barat atau bahkan di Indonesia yang tidak melanjutkan kegiatannya dari tahun ke tahun, tetapi Pasa Harau mampu bertahan,” kata Roby.

Lebih lanjut, Roby menyatakan bahwa Pasa Harau bukan sekadar perhelatan festival biasa, melainkan ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas masyarakat adat, pelaku budaya generasi muda, dan pengunjung dari berbagai daerah.

“Di sinilah kebudayaan dipertontonkan, bahkan dihidupkan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, yang hadir langsung dalam festival menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya sebatas tarian atau pakaian adat, melainkan harus menubuh—salah satunya diwujudkan melalui sikap ramah terhadap setiap tamu yang datang.

“Mari kita jadikan Pasa Harau sebagai inspirasi bahwa pariwisata yang maju adalah pariwisata yang bertumpu pada masyarakat. Yaitu masyarakat yang menghormati budaya dan menjaga alam, sehingga wisatawan pun ikut menghormati budaya serta alam kita agar tetap lestari,” ujar Ahlul Badrito.

Wali Nagari Harau, Syukriandi, turut menyambut baik suksesnya penyelenggaraan Pasa Harau Ke-8 Tahun 2026.

“Penyelenggaraan festival kali ini berlangsung tanpa dukungan anggaran dari Nagari karena kami sedang melakukan efisiensi dan menghadapi keterbatasan anggaran. Namun demikian, kami sangat mendukung kegiatan ini karena nyata-nyata berkontribusi mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Harau,” jelas Syukriandi.

Syukriandi berharap pada tahun 2027 mendatang, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat ikut mengalokasikan dukungan dana untuk festival tersebut, mengingat anggaran nagari terfokus pada berbagai program prioritas nasional.

Dampak positif festival dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Usi, penjual pernak-pernik dan kopi yang membuka booth di lokasi acara, mengaku mendulang pendapatan yang memuaskan selama tiga hari festival.

“Semoga tahun depan Pasa Harau tetap terselenggara dan kami bisa kembali memeriahkan bazar UMKM. Terima kasih kepada penyelenggara festival yang peduli dengan teman-teman UMKM di Lembah Harau,” tutur Usi.

Hal senada disampaikan Ibu Ina, pedagang lontong sayur. “Pendapatan dari usaha cukup baik. Sayang kami tidak menyediakan menu sate lebih banyak dari biasanya. Tapi tidak apa-apa, semoga ke depan Pasa Harau semakin ramai dan dihadiri lebih banyak wisatawan,” ujarnyua.

Harau Walk Fest Jadi Daya Tarik Favorit

Pada hari ketiga festival, ajang Harau Walk Fest Ke-2 menjadi salah satu kegiatan favorit yang diikuti oleh 402 peserta dari berbagai kota di Sumatera Barat, Riau, hingga Jakarta. Para peserta menempuh rute 5 kilometer dan 10 kilometer mengelilingi kawasan Lembah Harau.

“Seru banget, apalagi disuguhi pemandangan Lembah Harau yang bagus. Ke depan, kami berharap panitia memperbanyak dokumentasi fotografer agar peserta tidak perlu foto-foto sendiri,” ujar Ayu, peserta Harau Walk asal Kota Bukittinggi.

Harau Walk Fest edisi kedua ini melanjutkan kesuksesan edisi perdana yang digelar pada tahun 2024 lalu. Rencananya pada tahun 2027 mendatang, kegiatan ini akan kembali hadir dengan pilihan rute jalan santai yang lebih menantang sebagai paduan konsep olahraga dan wisata (sport tourism). (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |