Republika Gelar Turnamen Padel Rally for Environment, Yuk Tengok Sejarahnya Sejak 1969

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika menggelar turnamen padel bertajuk Rally for Environment di Field of Paradise, Jakarta Sabtu (12/9/2026). Rally for Environment yang merupakan bagian dari rangkaian Republika ESG Movement ini mempertemukan pencinta, komunitas, korporasi, dan atlet padel dalam wadah yang menghubungkan olahraga dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Padel sebenarnya bukan olahraga baru. Permainan yang kini tengah berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, memiliki sejarah panjang yang bermula pada 1969 di Acapulco, Meksiko.

Olahraga ini pertama kali dikembangkan oleh Enrique Corcuera. Berangkat dari ketertarikannya terhadap tenis dan squash, Corcuera menciptakan permainan yang dimainkan di lapangan rumahnya dengan karakteristik berbeda dari kedua olahraga tersebut.

Permainan tersebut kemudian diperkenalkan kepada orang-orang di sekitarnya dan mulai menarik perhatian. Salah seorang rekannya melihat potensi padel untuk berkembang lebih luas dan memperkenalkannya ke Spanyol.

Dari sana, padel berkembang pesat. Olahraga tersebut kemudian semakin populer di sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin sebelum akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia.

Perkembangan padel sebagai olahraga kompetitif juga semakin kuat dengan berdirinya Federasi Internasional Padel atau International Padel Federation (FIP) pada 1991. Sejak saat itu, padel tidak lagi hanya dimainkan sebagai olahraga rekreasi, tetapi mulai berkembang sebagai cabang olahraga profesional dengan berbagai turnamen internasional.

Secara permainan, padel umumnya dimainkan secara ganda. Pertandingan berlangsung di lapangan yang dikelilingi dinding, sehingga bola yang memantul dari tembok masih dapat dimainkan.

Karakter tersebut membuat padel memiliki sejumlah kesamaan dengan squash. Namun, sistem permainannya juga mengadopsi sejumlah unsur tenis, termasuk penggunaan net dan sistem penghitungan poin.

Raket yang digunakan dalam padel juga memiliki bentuk yang berbeda dari raket tenis. Raket padel berbentuk padat dengan sejumlah lubang di bagian permukaannya, sementara bola yang digunakan memiliki karakteristik yang menyerupai bola tenis.

Sistem penghitungan skor dalam padel juga serupa dengan tenis, yakni 15, 30, dan seterusnya. Kecepatan bergerak, strategi, komunikasi antarpemain, serta kemampuan membaca pantulan bola menjadi sejumlah faktor penting dalam permainan.

Popularitas padel kini juga semakin terlihat di Indonesia. Meski awalnya dianggap olahraga kaum the have, namun kini hampir semua orang terutama di kota besar pernah bermain padel. Sejumlah lapangan dan fasilitas mulai pun bermunculan, terutama di kota-kota besar, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Komunitas padel pun tumbuh dan menjadi salah satu pendorong perkembangan olahraga ini. Berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan persahabatan, latihan bersama, hingga turnamen, digelar untuk memperluas partisipasi pemain.

Padel juga berkembang sebagai olahraga yang tidak hanya menawarkan aktivitas fisik, tetapi juga ruang interaksi sosial. Pemain dari berbagai latar belakang dapat bertemu dan membangun komunitas melalui olahraga yang umumnya dimainkan secara berpasangan tersebut.

Perkembangan media sosial turut membantu memperkenalkan padel kepada masyarakat yang lebih luas. Informasi mengenai lokasi bermain, teknik dasar, komunitas, hingga berbagai turnamen kini semakin mudah diakses.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Rally for Environment menjadi salah satu contoh pemanfaatan olahraga sebagai ruang untuk membawa pesan di luar kompetisi. Melalui rangkaian Republika ESG Movement, kegiatan ini menghubungkan olahraga padel dengan upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |