Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS memunculkan kekhawatiran baru terhadap sektor properti nasional, salah satu yang menjadi sorotan ialah potensi tekanan utang valuta asing (valas).
Namun, Country Head and Head of Industrial & Logistics JLL Indonesia, Farazia Basarah, menilai mayoritas pengembang properti di Indonesia justru tidak bergantung pada pinjaman dolar AS untuk pembangunan proyek.
"Jadi memang untuk developer-developer yang akan investasi dan membangun properti itu memang rata-rata akan berutang dengan IDR, jadi tidak valas meskipun dia investasi dari luar negeri," kata Farazia di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/5/2026).
Pola tersebut banyak diterapkan investor asing yang masuk ke Indonesia, termasuk perusahaan properti logistik dari luar negeri. Pendanaan proyek konstruksi tetap dilakukan melalui pinjaman rupiah dari perbankan domestik.
"Sebagai contoh ada salah satu logistik developer berasal dari Hong Kong, mereka datang ke Indonesia terus mereka nanya berapa sih interest rate untuk pinjam construction loans dalam IDR. Nah itu biasanya sekitar 8 sampai 10% tergantung dari rating company-nya," ujarnya.
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Selain bunga pinjaman, investor juga biasanya mempertimbangkan rasio pembiayaan proyek atau loan to value (LTV) sebelum mengambil kredit konstruksi. Meski menggunakan rupiah, tekanan kurs dinilai akan mempengaruhi bisnis properti, terutama bagi investor asing yang harus mengonversi keuntungan investasi ke mata uang dolar AS.
"Mungkin yang akan ber-impact adalah return on the investment. Karena mereka balik lagi harus mengkonversi ke US dolar," ujar Farazia.
Farazia menegaskan, pelemahan rupiah memang akan menambah biaya bagi investor asing. Namun dari sisi pembiayaan proyek, sektor properti nasional relatif lebih aman karena mayoritas pinjaman tetap menggunakan mata uang rupiah.
"At the end pertama kali mereka meminta utang ke bank itu dalam rupiah," sebutnya.
(fys/wur)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































