Saham Perusahaan Labubu Anjlok Padahal Penjualan Laris Manis, Kenapa?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Pop Mart International Group, produsen mainan Labubu yang viral, mengalami penurunan terbesar dalam hampir setahun pada Rabu (25/3). Hal ini terungkap setelah perusahaan melaporkan pendapatan tahun 2025.

Saham Pop Mart, yang terdaftar di bursa Hong Kong, turun lebih dari 20% setelah jam istirahat pasar saham, seperti dilaporkan Reuters.

Perusahaan yang berbasis di Beijing ini mengatakan pendapatan tahun 2025-nya meningkat 185% dari tahun sebelumnya, mencapai 37,12 miliar yuan (US$5,38 miliar).

Reaksi Analis dan Kekhawatiran Investor

Analis Morningstar, Jeff Zhang, mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba tahunan meleset dari perkiraan konsensus para analis, namun ada perlambatan yang signifikan pada kuartal keempat. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran investor soal seberapa lama kesuksesan Labubu akan bertahan. 

"Pembagian dividen yang turun menjadi 25 persen pada 2025 dari 35 persen pada 2024 merupakan hal negatif lainnya bagi investor," kata Zhang. "Pop Mart juga telah meningkatkan bisnis lisensi dan operasi taman hiburan, tetapi kami pikir risiko pelaksanaannya tetap tinggi."

Wang Ning, chairman dan kepala eksekutif Pop Mart, mengatakan perusahaan mengharapkan pertumbuhan pendapatan setidaknya 20 persen dari tahun sebelumnya pada 2026.

"Kami tidak akan mengejar pertumbuhan terlalu agresif yang meningkatkan pendapatan dengan mengorbankan profitabilitas," kata Wang kepada analis dan investor.

Pop Mart mengatakan akan terus memperluas produknya, termasuk peralatan rumah tangga hingga taman hiburan di Beijing yang akan dibuka pada musim panas, kata para eksekutif.

Pendapatan perusahaan pada 2025 hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 37,12 miliar yuan dari 13,04 miliar yuan. Perusahaan melaporkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 12,78 miliar yuan, naik 308 persen dari 3,13 miliar yuan tahun sebelumnya.

Pada Januari, Pop Mart mengatakan telah menambah kapasitas produksi di Meksiko, Kamboja, dan Indonesia untuk mendukung permintaan dan memperkuat ketahanan rantai pasokan.

Perusahaan juga mengatakan berencana menjadikan London sebagai kantor pusat Eropa. Pop Mart telah bekerja sama dengan Sony Pictures untuk mengembangkan film tentang Labubu, untuk menguatkan ekspansi mereka di pasar luar negeri.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |