Sebanyak 150 Sekolah di Jawa Tengah Ikuti Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES). 

Langkah ini memperkuat implementasi kurikulum dan literasi ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah. Kegiatan berlangsung 26-27 Juni 2026 di Hotel MG Setos Semarang ini diikuti 150 SMA, SMK, dan SLB dari seluruh Jawa Tengah.

Peserta terdiri atas 60 SMA, 82 SMK dan 8 SLB dengan melibatkan sekitar 450 peserta, yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Workshop ini menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sejak jenjang sekolah menengah.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Assoc Prof Dr Sutan Emir Hidayat mengatakan “SPES Jawa Tengah ini adalah SPES dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah di selenggarakan di Indonesia, juga menjadi SPES pertama yang di ikuti Sekolah Luar Biasa (SLB).”

Hingga Juli 2025, sebanyak 117 sekolah dari 7 provinsi ditetapkan sebagai Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah yang terdiri atas SMA dan SMK. Sehingga update SPES pada Juni 2026 menjadi 267 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK dan SLB. Berikut rinciannya :

-Provinsi Sumatera Barat, 1 SMA

-Provinsi Riau, 2 SMA dan 2 SMK

-Provinsi Sumatera Selatan, 5 SMA dan 6 SMK

-Provinsi Sulawesi Selatan, 24 SMA

-Provinsi DI Yogyakarta, 29 SMA dan 17 SMK

-Provinsi Sulawesi Tengah, 1 SMA dan 2 SMK

-Provinsi Jawa Barat, 16 SMA dan 11 SMK

-Provinsi Jawa Tengah, 60 SMA, 82 SMK dan 8 SLB 

Workshop SPES merupakan bentuk sinergi lintas lembaga dalam meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu mengintegrasikan nilai - nilai ekonomi syariah ke dalam proses pembelajaran. 

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep ekonomi syariah, pengembangan kurikulum, serta strategi implementasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi KNEKS, KDEKS Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia diharapkan dapat melahirkan sekolah-sekolah pelopor yang menjadi pusat pengembangan literasi ekonomi syariah di daerah. 

Program ini sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman ekonomi syariah sejak usia sekolah, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Workshop ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring antarsatuan pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran ekonomi syariah. 

Dengan keterlibatan kepala sekolah dan guru sebagai agen perubahan, implementasi program diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi ekonomi syariah di kalangan peserta didik.

Melalui Workshop SPES, para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah, juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung terwujudnya Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |