Warga berebut gunungan berisi buah dan sayuran saat prosesi Grebeg Maulud di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (25/8/2026). Tradisi tersebut digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Gunungan berisi buah dan sayuran diarak dari Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Sasana Mangun Budoyo, TMII. Kirab gunungan menjadi salah satu rangkaian Grebeg Maulud yang sarat dengan makna simbolik. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Sejumlah warga mengikuti kirab gunungan dalam rangka Grebeg Maulud di TMII. Gunungan yang dihias menyerupai gunung merupakan simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan kemakmuran. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aneka buah dan sayuran disusun dan dihias menjadi gunungan sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa dalam memperingati Maulid Nabi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Warga berebut mengambil buah dan sayuran dari gunungan setelah prosesi Grebeg Maulud di TMII. Tradisi berebut gunungan dipercaya menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus doa untuk memperoleh keberkahan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Penari menampilkan tarian Tepak Putri saat prosesi Grebeg Maulud di Taman Mini Indonesia Indah. Anjungan DI Yogyakarta menjadi salah satu ruang untuk menampilkan kesenian dan tradisi daerah dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Warga menyaksikan prosesi Grebeg Maulud di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Tradisi tersebut memperlihatkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan mengikuti warisan budaya Jawa. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Prosesi Grebeg Maulud di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, TMII, menjadi ruang pelestarian tradisi sekaligus memperkenalkan kesenian dan budaya Yogyakarta kepada masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam balutan tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semarak Grebeg Maulud mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (25/8/2026). Tradisi yang digelar melalui Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menghadirkan kirab gunungan berisi buah dan sayuran yang diarak menuju Sasana Mangun Budoyo.
Gunungan yang dihias menyerupai bentuk gunung menjadi simbol rasa syukur dan kemakmuran. Setelah prosesi kirab selesai, warga berebut mengambil buah dan sayuran dari gunungan. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi ruang untuk melestarikan tradisi Jawa dan memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat Jakarta.
sumber : Republika

8 hours ago
10











































