Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan Iran menyebabkan kerusakan luas di pusat gas terbesar dunia di Qatar, Kamis (18/3).
Sementara itu fasilitas gas di Abu Dhabi ditutup sementara karena puing-puing yang berjatuhan imbas pencegatan rudal.
Mengutip dari AFP, perusahaan QatarEnergy menyatakan tim darurat segera dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di di fasilitas Ras Laffan di pantai utara negara kecil Teluk tapi kaya raya itu setelah menjadi sasaran serangan rudal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk 'serangan brutal Iran yang menargetkan Ras Laffan'.
Dalam pernyataan yang sama, Kemenlu Qatar itu menyatakan fasilitas gas yang menjadi target rudal itu adalah ancaman langsung terhadap keamanan nasional negeri tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Kemenlu Qatar mengatakan atase militer dan keamanan Iran beserta staf mereka telah diperintahkan untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.
Sementara itu Kemenhan Qatar menyatakan pertahanan udara negara itu telah mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan Ras Laffan. Sejauh ini dilaporkan tak ada korban jiwa dalam peristiwa di fasilitas Ras Laffan itu. Sementara itu, saat berita ini ditulis, kebakaran di fasilitas itu disebut telah berhasil dikendalikan.
Insiden itu terjadi beberapa jam setelah serangan AS-Israel menghantam fasilitas Iran di sisi berlawanan dari titik cadangan South Pars yang sangat besar dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.'
Sebelumnya, Iran telah berjanji untuk menargetkan infrastruktur energi di seluruh Teluk setelah serangan AS-Israel terhadap fasilitasnya sendiri.
Kawasan Teluk telah menanggung beban terberat dari pembalasan Iran atas serangan AS-Israel yang memicu perang Timur Tengah. Teheran membalas serangan sejak awal Ramadan atau pertengahan Februari lalu.
Serangan balasan Iran dengan tak hanya menargetkan aset AS di kawasan itu, tetapi juga menyerang fasilitas energi di sekutu Negara Paman Sam.
Dan serangan itu terjadi ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari seluruh dunia Arab dan Islam di Riyadh untuk membahas dampak dari perang Timur Tengah.
Mengutip dari Aljazeera, pada Kamis lalu, fasiitas gas Abu Dhabi yakni The Habshan disetop sementara operasionalnya karena puing-puing berjatuhan setelah pencegatan rudal
Pihak berwenang sedang menanggapi insiden di fasilitas gas dan ladang minyak Bab.
"Operasi di fasilitas gas telah ditangguhkan, dan tidak ada laporan cedera," demikian pernyataan resmi yang diberitakan.
Sementara itu Arab Saudi melalui Kemenhannya--dikutip dari AFP--menyatakan telah mengintersep empat rudal balistik pada Rabu (18/3) kemarin.
"Empat orang terluka ketika pecahan peluru dari pencegatan rudal balistik jatuh di daerah pemukiman ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada hari Rabu," demikian pernyataan otoritas Saudi.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
3

















































