Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina di Tengah Gencatan Senjata

1 week ago 2
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina di Tengah Gencatan Senjata Ilustrasi(Anadolu/Ali Jadallah)

KETEGANGAN kembali meningkat di Jalur Gaza setelah serangkaian serangan militer Israel dilaporkan menelan korban jiwa pada Kamis (30/7). Insiden ini terjadi di tengah periode gencatan senjata yang seharusnya menjadi bagian dari implementasi rencana perdamaian regional.

Berdasarkan laporan dari penyiar Al Jazeera yang mengutip data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Ironisnya, dua di antara korban tewas dilaporkan merupakan anak-anak. Selain korban jiwa, puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang menyasar berbagai wilayah di kantong pemukiman tersebut.

Evakuasi Korban dalam 24 Jam Terakhir

Data medis menunjukkan intensitas kekerasan yang masih terjadi di lapangan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, petugas medis telah mengevakuasi enam jasad dan 34 korban luka ke rumah sakit terdekat. Angka ini mencakup empat kasus kematian baru, satu warga yang meninggal akibat luka parah dari serangan sebelumnya, serta satu jasad yang baru ditemukan di bawah reruntuhan.

Di wilayah selatan Jalur Gaza, situasi dilaporkan sangat memprihatinkan. Sebuah kamp pengungsi menjadi sasaran tembakan pasukan Israel. Serangan ini mengakibatkan banyak penghuni kamp kehilangan tempat tinggal sementara mereka, menambah panjang daftar pengungsi yang terlunta-lunta di tengah konflik yang belum sepenuhnya padam.

Konteks Konflik:

Operasi militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023 sebagai respons atas serangan kelompok Hamas. Hingga saat ini, konflik tersebut telah mencatat angka fatalitas yang sangat besar, dengan lebih dari 73.000 orang tewas dan 173.000 lainnya luka-luka.

Status Rencana Perdamaian Trump

Serangan terbaru ini menjadi ujian berat bagi kesepakatan damai yang baru saja dirintis. Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas sebenarnya telah menyepakati fase pertama rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kesepakatan tersebut dimediasi oleh empat negara kunci, yakni Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Sehari setelah kesepakatan dicapai, gencatan senjata secara resmi mulai berlaku di seluruh wilayah Gaza.

Sesuai dengan butir-butir kesepakatan tersebut, pasukan Israel diwajibkan mundur ke posisi yang disebut sebagai "Garis Kuning". Namun, laporan lapangan menunjukkan bahwa militer Israel secara de facto masih menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza, sebuah kondisi yang terus memicu gesekan bersenjata meski status gencatan senjata masih berlaku secara formal.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas kesehatan di Gaza terus bersiaga menghadapi kemungkinan bertambahnya jumlah korban dari wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |