Ilustrasi.(Magnific)
AKTIVITAS siber berbahaya dilaporkan melumpuhkan teknologi di lebih dari 30 sistem air komunitas di seluruh Minnesota pekan ini. Insiden ini memaksa sejumlah utilitas beralih ke operasi manual sementara otoritas negara bagian dan federal menyelidiki dalang di balik serangan tersebut.
Penyidik saat ini tengah mendalami apakah serangan ini merupakan ulah peretas asal Iran. Meski demikian, pejabat AS dan sumber yang mengetahui insiden tersebut memperingatkan bahwa atribusi belum bersifat final dan bisa berubah seiring terkumpulnya bukti teknis tambahan. Ada pula kemungkinan aktor siber tersebut sengaja meniru jejak peretas Iran untuk memicu ketegangan di tengah konflik AS-Iran yang sedang berlangsung.
Target pada Pengontrol Industri (PLC)
FBI, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), serta Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) mengeluarkan peringatan bahwa penyerang menargetkan pengontrol industri yang terhubung ke internet yang dikenal sebagai Programmable Logic Controllers (PLC). Perangkat ini digunakan secara luas oleh utilitas air dan air limbah.
Dalam beberapa kasus, otoritas federal melaporkan hilangnya fungsi pemantauan dan kontrol pada situs infrastruktur kritis, sehingga menyebabkan penurunan tekanan air hingga banjir. Masalah ini dilaporkan tidak hanya terjadi di Minnesota, tetapi juga mencakup setidaknya tujuh negara bagian lain.
Mike Ernster, pejabat informasi publik Departemen Keamanan Publik Minnesota, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai pasokan air yang terkompromi. "Pusat Fusion Minnesota bekerja sama dengan pemerintah kota serta mitra negara bagian dan federal untuk menangani masalah ini," ujarnya.
Dampak di Berbagai Kota
Beberapa wilayah di Minnesota melaporkan gangguan yang bervariasi akibat serangan ini:
- South St. Paul: Mengidentifikasi masalah pada Senin pagi dan segera menerapkan prosedur darurat dengan beralih ke operasi manual. Layanan air tetap berjalan tanpa gangguan dan tidak ada data pelanggan yang diakses.
- Braham: Personel menemukan malafungsi pada sumur pemasok menara air. Sistem yang terdampak segera diisolasi dan berhasil dipulihkan dalam waktu 90 menit.
- Plymouth: Mendeteksi gangguan pada Minggu malam yang memengaruhi PLC di dua menara air dan 14 stasiun pengangkat limbah. Petugas sempat beralih ke mode manual sebelum sistem kembali daring pada Selasa sore.
Direktur Pekerjaan Umum Plymouth, Michael Thompson, mengakui situasi tersebut sangat mendesak. "Anda tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi pada Anda," katanya, seraya menambahkan bahwa kualitas dan pengiriman air tetap terjaga selama insiden berlangsung.
Peringatan Keamanan Nasional
CISA mendesak pemilik dan operator infrastruktur kritis untuk segera menghapus PLC dan teknologi operasional (OT) lain yang terpapar langsung ke internet. "Kami mengamati peningkatan signifikan aktor ancaman siber yang menargetkan PLC di sektor sistem air dan air limbah," kata Nick Anderson, Plt Direktur CISA.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa peretas yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran pernah menggunakan metode serupa pada tahun 2023. Saat itu, mereka mengeksploitasi pengontrol yang terhubung ke internet yang masih menggunakan kata sandi bawaan (default).
Rekomendasi Keamanan: CISA menyarankan organisasi air untuk memvalidasi koneksi eksternal mereka, termasuk modem seluler yang dipasang oleh vendor atau integrator sistem yang mungkin tidak terdokumentasi dalam pemindaian rutin. (CBS/I-2)
















































