Siapa Ayatollah Ali Khamenei? Jejak Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran

3 hours ago 2

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berpidato di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu 17 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketika menghadapi gelombang protes nasional pada awal tahun ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melancarkan penindakan paling berdarah dalam hampir empat dekade masa kekuasaannya. Namun kini, serangan militer Amerika Serikat (AS) atau Israel disebut-sebut berpotensi mengakhiri kekuasaannya.

Dewan Tertinggi Keamanan Nasional mengkonfirmasi syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, pada Ahad (1/3/2026), sebagaimana dilansir Aljazeera. Belum ada keterangan detail kronologi kematiaannya. 

Dilansir AP, Ahad (1/3/2026), Khamenei yang berusia 86 tahun sebelumnya berupaya mencegah serangan semacam itu ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan untuk menekan Teheran terkait program nuklirnya. Ia memperingatkan bahwa jika AS menyerang, perang regional akan terjadi. Pada saat yang sama, ia mengizinkan Iran memasuki perundingan dengan AS terkait program nuklir.

Bahkan sebelum kompleks kediaman pemimpin tertinggi menjadi salah satu target awal pada Sabtu, tekanan terhadap Khamenei sudah meningkat.

Penindasan terhadap protes, dengan ribuan orang tewas di tengah seruan “Death to Khamenei”, menunjukkan besarnya ancaman kemarahan publik. Bertahun-tahun sanksi, salah kelola ekonomi, dan korupsi telah melemahkan perekonomian Iran.

Serangan Israel dan AS selama perang 12 hari musim panas lalu telah merusak secara signifikan program nuklir, sistem rudal, serta kapabilitas militer Iran. Jaringan proksi regional Iran, termasuk Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman, juga melemah akibat serangan Israel dan AS sejak perang Gaza dimulai, bersamaan dengan menyusutnya pengaruh Teheran di Timur Tengah.

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui tentang Khamenei:

sumber : AP

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |