Garda Revolusi Iran: Kami akan Balas Kematian Khamenei dengan Telak

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Televisi Iran mengumumkan syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan mengatakan ada kandidat yang baik untuk menggantikan Khamenei.

Seorang komandan Garda Revolusi Iran mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa pembunuhan para pemimpin di Iran tidak akan berpengaruh sedikit pun terhadap jalannya pertempuran ini.

Dia menjelaskan, struktur rezim Iran dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan penunjukan orang-orang yang kompeten segera setelah terbunuhnya salah satu pemimpin.

“Korps Garda Revolusi Iran berjanji akan membalas dendam kepada para pembunuh Khamenei dengan cara yang telak dan tegas, “ kata dia dilaporkan Fars News Agency, dikutip Aljazeera, Ahad (1/3/2026). 

Di sisi lain, saluran televisi Amerika CBS News mengutip sumber-sumber intelijen dan militer yang tidak disebutkan namanya bahwa sekitar 40 pejabat Iran tewas dalam serangan Amerika dan Israel yang terus berlanjut terhadap Iran sejak Sabtu pagi.

Dewan Tertinggi Keamanan Nasional mengkonfirmasi syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, pada Ahad (1/3/2026), sebagaimana dilansir Aljazeera.

Fars News Agency, menyebutkan Khamenei syahid pada Sabtu (1/3/2026) pagi, saat menjalankan operasi perlawanan dari kantor kerjanya dan sedang memimpin jihad. 

Sebelumnya, Kantor Berita ini mengutip sumber-sumber yang dekat dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melaporkan bawa putri Pemimpin Tertinggi Iran, menantu laki-lakinya, cucunya, dan istri anaknya gugur dalam serangan.

Namun Fars juga membantah kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Ahad bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan yang menargetkan Iran pada hari Sabtu, tanpa ada komentar resmi dari Iran hingga saat ini.

Trump mengatakan, kematian Khamenei tidak hanya adil bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua orang Amerika yang hebat.

“Pemimpin Tertinggi Iran tidak dapat lolos dari badan intelijen Amerika dan sistem pelacakan yang sangat canggih,” kata dia, dikutip dari Aljazeera, Ahad (1/3/2026).

Dia melanjutkan Khamenei dan para pemimpin yang gugur bersamanya tidak dapat melakukan apa pun, dan menganggap bahwa ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali tanah air mereka.

Dia mengatakan, mengenai kelanjutan operasi militer terhadap Iran, Trump mengatakan pemboman intensif dan akurat akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang pekan atau selama diperlukan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |