Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi penyiksaan anak di Daycare Little Aresha.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan kasus kekerasan yang terjadi di daycare Little Aresha. Sultan menegaskan segala bentuk kekerasan tidak memiliki tempat di Yogyakarta serta meminta proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
"Harapan saya, (kejadian) itu yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja itu kita tidak senang dengan kekerasan," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (27/4/2026).
Sultan menyebut kasus tersebut masih bergulir di ranah kepolisian dan dirinya pun masih mendalami latar belakang yang mendasari terjadinya kekerasan anak di daycare tersebut. Ditanya terkait penetapan 13 tersangka oleh pihak kepolisian, Sultan menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum.
Dia meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyidikan tanpa mendahului proses yang sedang berjalan. "Mereka kan sudah tersangka, polisi sudah melakukan penelitiannya. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses hukum yang berlaku saja," ujarnya.
Sultan sekaligus Gubernur DIY ini menjadwalkan pertemuan khusus dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY pada Selasa (28/4/2026) pagi untuk mendapatkan laporan detail mengenai penanganan kasus ini. Meski masih menunggu laporan resmi dari instansi terkait, Sultan memastikan Pemerintah Daerah DIY telah bergerak mengambil langkah perlindungan bagi korban sejak awal, termasuk, upaya pengamanan bagi anak-anak yang terdampak kekerasan Daycare Little Aresha itu.
Sultan menekankan pendampingan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada sisi keamanan, tetapi juga mencakup pengobatan fisik dan psikis bagi anak-anak tersebut. "Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal," ucap Sultan.
Di akhir, Sultan kembali mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan demi menjaga keamanan dan ruang tumbuh kembang anak yang sehat di Yogyakarta.

2 hours ago
2

















































