(MI)
BANYAK anak berbakat tidak dapat mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Karenanya, lahirlah Kitong Bisa Foundation (KBF) sebagai inisiatif sederhana untuk membantu mereka tetap mendapatkan pendidikan. Dimulai dari lima siswa didik dan dengan keyakinan bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan seseorang, pendiri KBF Isaschar Mambrasar membangun ruang belajar yang menjadi harapan bagi banyak anak di daerahnya.
KBF merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, kepemimpinan, dan pemberdayaan generasi muda di Indonesia Timur yang saat ini sudah memiliki ratusan mahasiswa didik. Seiring waktu, KBF tidak hanya membantu anak-anak untuk tetap bersekolah, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan talenta yang memungkinkan generasi muda Indonesia Timur memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berprestasi, dan berkontribusi bagi daerahnya.
Komitmen inilah yang melahirkan berbagai kolaborasi strategis, termasuk bersama Eramet Indonesia melalui Program Beasiswa Eramet Beyond yang diluncurkan pada November 2024. Melalui program ini, para awardee tidak hanya menerima dukungan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan kepemimpinan, mentoring, pengembangan kapasitas, serta kesempatan untuk menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berdampak bagi masyarakat.
CEO Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, dalam pidatonya mengatakan bahwa hanya 32% siswa di Indonesia yang melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Kuliah merupakan suatu privilege atau kesempatan ditambah lagi dengan mendapatkan beasiswa. Diharapkan, dengan kesempatan ini para awardee dapat memberikan dampak nyata untuk teman-teman lain di daerah. Ia juga berpesan, agar para awardee untuk kembi dan membangun daerahnya masing-masing.
"Menurut BPS Indonesia, hanya 32% siswa yang bisa melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Ini berarti hanya 3 dari 10 orang yang bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Saya harap, dari program ini, teman-teman dapat memberikan dampak dan solusi nyata. Pesan saya untuk teman-teman, untuk bisa pulang dan kembali membangun daerah masing-masing," ujar Afif.
Perjalanan Program Beasiswa Eramet Beyond resmi mencapai puncaknya melalui acara penutupan pada 29-30 Juni 2026 di Jakarta. Sebanyak 41 penerima beasiswa dari berbagai wilayah Indonesia Timur berkumpul untuk merayakan perjalanan, pembelajaran, dan dampak yang telah mereka ciptakan selama mengikuti program.








































