Tak Mau Minta Maaf Usai Sebut Rapat Seperti Sirkus, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR

1 week ago 19
Tak Mau Minta Maaf Usai Sebut Rapat Seperti Sirkus, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus .(Antara)

KOORDINATORIAT Wartawan Parlemen (KWP) resmi melaporkan anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. 

Langkah hukum organisasi wartawan ini diambil menyusul polemik ucapan 'sirkus' saat peliputan rapat di Komisi II DPR RI.

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra Siregar mengonfirmasi bahwa surat pelaporan tersebut telah teregistrasi di MKD dengan nomor permohonan 78. 

Pihaknya memutuskan membawa masalah ini ke jalur etik lantaran politikus PDI Perjuangan tersebut enggan menyampaikan permohonan maaf.

"Kami sudah meminta kepada beliau untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka, namun beliau menyatakan tidak akan mau melakukan permintaan maaf. Dan atas dasar itulah, maka hari ini kami langsung menempuh untuk melayangkan surat ke MKD untuk membuat laporan ke Bapak Deddy Yevri H Sitorus," ujar Erwin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7).

Dalam berkas laporannya, KWP menyerahkan sejumlah bukti pendukung berupa rekaman video saat insiden terjadi serta keterangan dari para jurnalis yang berada di lokasi kejadian.

Erwin menegaskan, langkah ini semata-mata dilakukan demi menjaga kehormatan dan martabat profesi wartawan yang bertugas di lingkungan DPR RI agar tidak dipandang sebelah mata.

"Kalau terkait dengan bantahannya Pak Deddy, ya silakan nanti di MKD saja," tegasnya.

MKD SIAP TINDAK LANJUTI
Menanggapi laporan tersebut, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam membenarkan pihaknya telah menerima berkas pengaduan dari KWP. 

Ia memastikan proses verifikasi akan berjalan objektif tanpa membedakan status terlaporkan.

"Bagi MKD, siapapun dia, sama ya," kata Dek Gam saat dikonfirmasi terpisah. Pihaknya juga membuka peluang untuk memanggil Deddy Sitorus guna dimintai klarifikasi.

BANTAHAN DEDDY SITORUS
Sebelumnya, Deddy Sitorus telah menyampaikan klarifikasi tertulis terkait tuduhan tersebut. Ia menilai pernyataan yang dilayangkan KWP tidak sesuai dengan konteks sebenarnya di lapangan.

Deddy menjelaskan, saat rapat berlangsung, ia merasa suasana ruangan kurang tertib karena banyaknya orang yang berdiri di area tengah rapat.

"Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini," ungkap Deddy merujuk pada ucapannya saat rapat.

Menurutnya, ucapan tersebut murni bentuk kritik terhadap situasi ruang rapat yang dipenuhi kerumunan, bukan dialamatkan khusus kepada awak media.

"Pernyataan itu sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan maupun kelompok atau individu tertentu," pungkas Deddy dalam keterangan resminya. (P-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |