Tanda Diterimanya Amal Menurut Syekh Ibnu Athailah

2 hours ago 1

Ibadah haji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menuliskan tentang tanda diterimanya amal. Berikut pernyataan Ibnu Athaillah:

"Barang siapa yang mendapatkan buah dari amalannya sekarang, maka itu adalah tanda diterimanya amal di akhirat nanti."

Dalam penjelasan pernyataan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi al Azhari menuliskan, barang siapa yang merasakan buah dari amal ibadahnya saat ini, seperti kenikmatan bermunajat, ketenangan hati, dan lain-lain, sebagaimana dikatakan di dalam hadits: "Allah memberikan kenikmatan di dalam sholat," adalah tanda bahwa sholatnya diterima dan ia akan mendapatkan balasannya di akhirat nanti.

Para arifin mengatakan mengenai tafsir dari firman Allah SWT:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

wa liman khâfa maqâma rabbihî jannatân

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga. (QS: Ar Rahman: 46)

Yang dimaksud dengan dua surga pada ayat di atas adalah surga sekarang seperti kenikmatan bermunajat, kenyamanan taat, dan merasa gembira dengan tersingkapnya hakikat sesuatu. Dan surga nanti/akhirat seperti istana, bidadari, dan tingginya derajat di surga.

Dan perlu diingat, seseorang apabila meraskaan suatu kenikmatan ibadah hendaknya tidak berbangga diri dan terpedaya dengannya. Karena meskipun secara zahir badannya beribadah kepada Allah tapi nafsunya memiliki tujuan untuk mendapatkan nikmatnya ibadah. Dan hal ini akan menghancurkan nilai keikhlasan dalam beribadah. Hendaknya ia melihat nikmatnya ibadah hanya sebagai alat untuk mengukur sejauh mana kualitas ibadahnya kepada Allah, dan bukan sebagai tujuan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |