Foto udara kondisi area bekas tambang galian C yang telah ditutup di Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (23/7/2026).(ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas)
PENGURUS Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk membentuk tim investigasi independen guna mengusut tuntas dugaan praktik pertambangan dan pengangkutan batu bara ilegal di Provinsi Lampung. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas institusi penegak hukum serta melindungi keuangan negara dan kelestarian lingkungan.
Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Rizky Nanda, menyampaikan bahwa penanganan kasus pertambangan tanpa izin tidak boleh hanya menyasar para pekerja di lapangan, melainkan harus mengungkap seluruh mata rantai aktivitas ilegal, termasuk pihak yang diduga mendanai atau memberikan perlindungan.
“Negara tidak boleh kalah oleh mafia sumber daya alam. Jangan hanya berani menangkap pelaku di lapangan, tetapi takut mengungkap siapa yang diduga mengendalikan, membiayai, atau memberikan perlindungan. Hukum harus bekerja tanpa pandang bulu,” ujar Rizky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Rizky menegaskan, pihaknya mendorong aparat untuk segera menindaklanjuti proses hukum terhadap pihak swasta yang didiga menjadi salah satu aktor di balik aktivitas tambang ilegal yang memicu kerusakan ekologis dan infrastruktur jalan daerah.
"PB HMI tidak sedang menghakimi siapa pun. Namun, kami mengingatkan bahwa dalam negara hukum tidak boleh ada satu pun pihak yang kebal hukum. Apabila melalui proses hukum yang sah terbukti terdapat aparat maupun pihak lain yang terlibat, maka mereka harus diproses secara pidana, dikenai sanksi etik, dan diberhentikan dari jabatannya," pungkas Rizky. (H-2)
















































