Konsep artistik eksoplanet HD 80606 b saat orbitnya mendekati periastron, yaitu titik terdekatnya dengan bintang induknya.(Dok. NASA)
PARA peneliti berhasil mengungkap rahasia eksoplanet HD 80606 b, sebuah planet gas raksasa bermassa empat kali lipat dari Jupiter yang terletak sekitar 217 tahun cahaya dari Bumi. Melalui analisis data terbaru dari Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA, planet asing ini diketahui memiliki kondisi atmosfer dan cuaca yang sangat ekstrem. Hal ini dipicu oleh jalur orbitnya yang sangat tidak biasa dan melenceng jauh dari kewajaran, hingga membuatnya dijuluki sebagai "eksoplanet panggang".
Hal utama yang membuat HD 80606 b begitu unik adalah bentuk orbitnya yang sangat elips atau berbentuk oval, menyerupai telur. Dalam dunia astronomi, bentuk orbit diukur dengan tingkat eksentrisitas dari skala 0 hingga 1, di mana angka 0 mewakili lingkaran sempurna.
Sebagai perbandingan, Bumi hanya memiliki eksentrisitas sebesar 0,0167, sedangkan Merkurius yang dikenal memiliki orbit paling lonjong di tata surya kita berada di angka 0.2056. Namun, HD 80606 b memiliki tingkat eksentrisitas yang sangat mencengangkan, yaitu mencapai 0,93.
Akibat dari orbit yang super lonjong ini, planet ini menghabiskan waktu 111 hari untuk sekali mengorbit dan bergerak dari jarak yang sangat jauh hingga menjadi sangat dekat dengan bintang induknya yang mirip Matahari.
Pada titik terjauhnya, planet ini berada di jarak 0,85 satuan astronomi (AU) atau setara dengan jarak orbit Venus ke Matahari. Namun, saat planet ini menukik tajam menuju titik terdekatnya dengan bintang yang disebut periastron, jaraknya menyusut drastis hingga hanya 0,03 AU.
Jarak ekstrem ini membuat HD 80606 b berada sepuluh kali lipat lebih dekat ke bintangnya dibandingkan jarak Merkurius ke Matahari.
Gelombang Panas Dahsyat
Saat melakukan pergerakan mendekati bintangnya, planet gas raksasa ini dihujani energi surya yang kekuatannya 800 kali lebih besar dibandingkan saat ia berada di titik orbit lainnya.
Pengamatan Teleskop James Webb menunjukkan bahwa suhu atmosfer planet ini langsung melonjak drastis hingga mencapai 600 derajat Celsius. Perubahan suhu ini terbukti mengubah komposisi kimia serta kondisi awan di planet tersebut secara langsung.
Meski begitu, kondisi yang terjadi pada planet HD 80606 b ini justru menjadi sangat ideal bagi para ilmuwan. Menurut penulis studi tersebut, Dr. Laura C. Mayorga, fluktuasi suhu ekstrem dan perubahan komposisi kimia yang terjadi secara sejalan di planet ini membuat pengamatan menjadi sangat efisien.
Kondisi tersebut memungkinkan para peneliti mengumpulkan beragam data variatif hanya dalam hitungan jam, yang kemudian dapat diterapkan untuk memahami planet Jupiter panas lainnya maupun eksoplanet yang lebih konvensional.
Berdasarkan studi-studi lanjutan, termasuk penelitian yang dipublikasikan di The Astronomical Journal dan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, para astronom mulai mendeteksi keberadaan gas metana, karbon monoksida, hingga karbon dioksida di atmosfernya.
Penemuan ini membuka pintu bagi pemahaman baru mengenai bagaimana sebuah planet berevolusi di sepanjang jalur orbitnya, sekaligus mempermudah studi terhadap kelompok planet berorbit ekstrem lain di alam semesta yang terus memikat perhatian komunitas ilmiah dunia. (NASA/Universe Today/H-4)








































