Ilustrasi(MI/LINA HERLINA)
WAKIL Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, secara resmi membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Gowa di Rumah Sekolah Cendekia, Kompleks Aroepala Residence, Paccinongang, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/7).
Forum ini menjadi ajang strategis bagi para guru untuk berbagi praktik baik, memperkuat kompetensi, dan melahirkan terobosan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
Darmawangsyah menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah. Ia menyebutkan, peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdaya saing tinggi.
"Kemajuan Gowa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Kualitas pendidikan yang melahirkan generasi cerdas dan berkarakter adalah kunci utama," ujarnya.
Salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan, lanjut Darmawangsyah, tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gowa yang terus menunjukkan tren positif.
Ia bersyukur peningkatan IPM tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, tenaga pendidik, maupun masyarakat.
"Ini harus menjadi motivasi bersama. Guru memiliki peran strategis dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi penerus yang akan membawa Gowa semakin maju," tambahnya.
Darmawangsyah memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan TPN XIII yang dinilai tidak sekadar menjadi ajang temu rutin, tetapi juga laboratorium inovasi pembelajaran.
Harapannya, forum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, komunitas pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Melalui forum ini, kita harapkan lahir inovasi-inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM dan pembangunan daerah," jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), Ari Wibowo Shinoda, menyatakan bahwa TPN adalah ruang belajar kolektif bagi para pendidik.
Forum ini dirancang untuk mendorong kolaborasi, berbagi solusi, serta menjawab berbagai tantangan pendidikan di daerah.
KGBN sendiri, kata Ari, hadir sebagai wadah bagi guru yang ingin terus meningkatkan kompetensi, memperluas kolaborasi, dan mengembangkan karier dengan mengusung semangat Kemerdekaan Belajar.
"Perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Kami percaya kolaborasi antara guru, sekolah, pemerintah, dan komunitas adalah kunci. TPN adalah ruang untuk saling menguatkan dan menghadirkan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid," tegasnya.
Ari mengungkapkan bahwa hingga saat ini, anggota KGBN telah tersebar di 20 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Jaringan luas ini, menurutnya, menjadi modal penting dalam mempercepat penyebaran inovasi dan memperkuat budaya belajar antarguru lintas daerah.
Usai sesi pembukaan, Ari menyampaikan orasi pendidikan yang mengajak seluruh peserta untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Ia mengingatkan bahwa guru yang terus belajar dan berkolaborasi akan mampu menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
TPN XIII Gowa diharapkan mampu melahirkan terobosan pendidikan yang relevan dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Gowa serta Sulawesi Selatan pada umumnya. (H-2)








































