Trump Ancam Habisi Pemimpin Iran dalam Satu Serangan di Pemakaman Khamenei

13 hours ago 1
Trump Ancam Habisi Pemimpin Iran dalam Satu Serangan di Pemakaman Khamenei Peti jenazah Ali Khamenei dan keluarganya yang turut tewas.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Iran dengan mengklaim bahwa dirinya mampu melenyapkan seluruh jajaran kepemimpinan negara tersebut hanya dengan satu tembakan (one shot). Ancaman ini disampaikan di tengah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Meski demikian, Trump menyatakan tidak akan melakukan tindakan tersebut. Alasannya, jika seluruh kepemimpinan Iran tewas, tidak akan ada lagi pihak yang tersisa untuk diajak bernegosiasi.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan dan kita bisa menghabisi mereka semua, tetapi kita tidak akan melakukannya karena kita tidak akan punya siapa-siapa lagi untuk diajak bernegosiasi. Mereka memohon-mohon untuk membuat kesepakatan," ujar Trump kepada Axios, Minggu (5/7).

Gencatan Senjata Satu Minggu

Trump menegaskan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk mengambil waktu istirahat selama satu minggu dari pembicaraan negosiasi hingga seluruh rangkaian acara pemakaman Khamenei selesai. Selama periode ini, Trump menjamin tidak akan ada serangan dari kedua belah pihak.

Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 36 tahun, tewas pada 28 Februari lalu, bertepatan dengan dimulai serangan AS dan Israel ke Iran yang memicu perang di Timur Tengah. Meskipun hukum Islam biasanya mengharuskan jenazah segera dimakamkan dalam waktu 24 jam, pemakaman Khamenei tertunda hingga Juli karena kondisi perang.

Pemerintah Iran memilih tanggal 4 Juli--yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat--sebagai awal dimulai rangkaian pemakaman. Prosesi akan berlanjut di kota suci Qom pada 7 Juli dan berakhir dengan pemakaman di Mashhad pada 9 Juli.

Trump Ragukan Kesedihan Rakyat Iran

Jutaan warga Iran dilaporkan turun ke jalan untuk memberikan penghormatan terakhir. Dalam upacara perpisahan pada Sabtu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi terlihat menangis tersedu-sedu.

Menanggapi hal tersebut, Trump menyatakan keterkejutannya. Ia mengaku sebelumnya mengira rakyat Iran membenci Khamenei. "Mungkin itu air mata palsu," cetus Trump.

Trump juga mengeklaim bahwa AS memberikan kelonggaran waktu kepada Iran sebagai bentuk kemurahan hati. "Kami mengalahkan Venezuela dalam satu hari dan kami menghajar Iran habis-habisan. Mereka sangat ingin berdamai. Kami memberi mereka waktu istirahat seminggu untuk pemakaman karena kami baik," tambahnya.

Mojtaba Khamenei Absen karena Keamanan

Di sisi lain, putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak akan menghadiri upacara pemakaman ayahnya karena alasan keamanan. Perwakilan Mojtaba di India, Ayatollah Hakim Elahi, menyebutkan bahwa ancaman dari Israel dan risiko pengawasan membuat kehadiran publik Mojtaba menjadi sangat berbahaya. (NDTV/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |