Trump Mendadak Bertemu Menhan Arab Saudi, Apa yang Dibahas?

2 weeks ago 29
Trump Mendadak Bertemu Menhan Arab Saudi, Apa yang Dibahas? Khalid bin Salman.(Dok Istimewa)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan pertemuan mendadak dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, pada Rabu (29/7) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah meningkatnya ketegangan regional dan keterlibatan militer kedua negara dalam serangan udara di Irak baru-baru ini.

Berdasarkan informasi dari pejabat AS dan sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, agenda itu ditambahkan ke jadwal kunjungan Pangeran Khalid setelah ia bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance. Dalam pertemuan dengan Vance, utusan Riyadh tersebut menyampaikan pesan langsung dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengenai posisi kerajaan terhadap konflik dengan Iran.

Misi Deeskalasi di Tengah Serangan Militer

Pertemuan ini terjadi hanya sehari setelah militer Arab Saudi dan Komando Pusat AS (Centcom) melancarkan serangan gabungan terhadap milisi pro-Iran di Irak pada Selasa. Centcom menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas lebih dari 30 serangan pesawat nirawak (drone) yang diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap infrastruktur Saudi dalam 72 jam terakhir.

Meski melakukan aksi militer, Pangeran Khalid menegaskan kepada pihak Gedung Putih bahwa Arab Saudi tetap mengutamakan jalur deeskalasi. "Putra Mahkota ingin menyampaikan bahwa serangan di Irak bukan berarti Arab Saudi pro-eskalasi, melainkan bentuk kesiapan membela diri jika diperlukan," ujar seorang sumber yang mengetahui isi pembicaraan tersebut.

Perbedaan Posisi dengan Israel

Kunjungan Menhan Saudi itu dilakukan hanya berselang satu hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Trump. Sumber internal menyebutkan ada perbedaan visi yang kontras antara kedua sekutu AS tersebut dalam menangani Iran.

Pangeran Khalid dilaporkan memberi tahu Wapres Vance bahwa sementara Netanyahu mendorong eskalasi lebih lanjut dengan Iran, Arab Saudi justru melihat deeskalasi sebagai jalur yang lebih membuahkan hasil bagi stabilitas kawasan.

Konteks Penting: Arab Saudi terus berupaya memengaruhi kebijakan luar negeri Trump terhadap Iran. Meskipun sempat terjadi ketegangan dalam lima bulan terakhir, Riyadh tetap menjadi sekutu kunci yang memiliki akses langsung ke lingkaran dalam Trump.

Negosiasi dengan Houthi

Selain isu Iran dan Irak, pertemuan tersebut juga membahas situasi di Yaman. Dua minggu lalu, Trump dilaporkan memberikan dukungan kepada MBS untuk tindakan militer terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran. Langkah ini memicu ancaman blokade laut dari Houthi terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Namun, Pangeran Khalid menegaskan kepada AS bahwa kerajaan saat ini mampu mengelola situasi dengan Houthi secara mandiri dan tidak memerlukan keterlibatan langsung militer AS pada tahap ini. Arab Saudi juga mengonfirmasi bahwa mereka masih terus melakukan negosiasi dengan kelompok Houthi untuk mencari solusi diplomatik.

Hingga berita ini diturunkan, kantor Wakil Presiden AS menolak memberikan komentar resmi terkait detail pertemuan tertutup tersebut. (Axios/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |