Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).( ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus), Febrie Adriansyah, dan pengacara Don Ritto. Dalam perkembangan penyidikan, Kejagung memeriksa tujuh perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa hukum pengurusan perkara di lingkungan Jampidsus saat Febrie menjabat.
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung, Rudi Margono, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus yang melibatkan perusahaan-perusahaan tersebut berkaitan erat dengan pengurusan perkara PT Asabri dan PT Jiwasraya.
Rudi menjelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut diperiksa untuk melacak aliran dana serta peran tersangka Don Ritto dalam memanfaatkan posisinya sebagai advokat untuk mengurus penanganan perkara korupsi di lingkungan Kejaksaan Agung saat Febrie menjabat.
Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa puluhan saksi untuk memperkuat alat bukti keterlibatan para tersangka dalam tindak pidana pencucian uang tersebut.
"Ini perusahaan-perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa hukum yang terkait dengan diduga kuat Asabri dan Jiwasraya. Kemudian dari sisi total saksi yang sudah diperiksa sampai hari ini adalah 24 saksi," ujar Rudi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/7)
Sebelumnya, Kejagung menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara TPPU. Saat ini, Febrie mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). S
Penetapan tersangka merupakan bagian dari pengusutan empat Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditangani Kejagung, pascapelimpahan berkas perkara dari Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Selain kasus TPPU yang menjerat Febrie, tiga sprindik lain mencakup dugaan korupsi batu bara PLN yang memicu blackout, kasus PT Asabri, serta dugaan korupsi PT Krakatau Steel.
















































