Warga Bentrok dengan Imigran Maroko di Ceuta

1 week ago 22
Warga Bentrok dengan Imigran Maroko di Ceuta Puluhan Ribu Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol, 57 Orang Dilaporkan Tewas.(JORGE GUERRERO / AFP)

KRISIS migrasi di Ceuta, wilayah otonom Spanyol yang berbatasan langsung dengan Afrika Utara, kian mengkhawatirkan. Situasi di lapangan memanas hingga memicu gelombang bentrokan fisik antara warga setempat dan imigran ilegal asal Maroko.

Eskalasi ketegangan ini terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial serta laporan media lokal Spanyol. Seorang blogger asal Spanyol, David Santos, mengunggah rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran di jalanan antara warga dan kelompok imigran.

Santos mengungkapkan bahwa warga keturunan Maroko yang telah lama menetap di kawasan El Príncipe bahkan ikut turun ke jalan untuk mengusir para migran yang berupaya menerobos masuk ke Ceuta secara ilegal.

Laporan media lokal Ceuta Actualidad menyebutkan bahwa warga setempat mulai mengorganisasi diri melalui grup percakapan WhatsApp bernama "Viva España", yang dalam waktu singkat telah dihuni lebih dari 800 anggota. Sejumlah anggota grup tersebut dilaporkan mengusulkan aksi sweeping dan memukuli para migran menggunakan kayu penjalin atau tongkat.

Presiden Partai Andalusi, Dris Mohamed, mengonfirmasi maraknya aksi kekerasan tersebut dalam wawancaranya bersama stasiun radio Cadena SER. Ia mengungkapkan bahwa sekelompok pemuda lokal kedapatan mengeroyok para migran yang baru saja melintasi perbatasan Ceuta.

Dris mengecam keras tindakan main hakim sendiri (vigilantism) tersebut. Kendati demikian, ia mengaku memaklumi tingkat kecemasan dan keresahan mendalam yang dirasakan penduduk lokal akibat serbuan migran.

Dampak dari tingginya ketegangan di area permukiman membuat pemilik usaha dan toko-toko di Ceuta terpaksa menutup tempat usaha mereka sementara waktu demi alasan keselamatan.

Guna mencegah meluasnya aksi penjarahan, pencurian, dan kerusuhan massal, aparat Kepolisian Nasional Spanyol bersama kepolisian daerah telah disiagakan dan diterjunkan di berbagai titik rawan.

60 Ribu Migran Menerobos, 57 Orang Dilaporkan Tewas

Kondisi darurat di wilayah enklave Spanyol ini tergolong belum pernah terjadi sebelumnya. Wali Kota Ceuta, Juan Jesús Vivas, mengonfirmasi bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, diperkirakan terdapat sekitar 60 ribu warga asal Maroko yang menerobos masuk ke kawasan Ceuta.

Gelombang penyeberangan massal yang nekat tersebut juga memakan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan harian kenamaan Spanyol, El País, jumlah migran yang tewas tenggelam atau kecelakaan saat berupaya menyeberang ke Ceuta dilaporkan telah mencapai 57 orang.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |