Warga Indramayu Keluhkan Sulitnya Mendapatkan LPG 3 Kg

2 weeks ago 4
Warga Indramayu Keluhkan Sulitnya Mendapatkan LPG 3 Kg Pembeli elpiji 3 kg di Kota Cirebon.(Doc Pertamina)

SEJUMLAH warga di Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram. 

“Saya terpaksa harus berkeliling ke toko dan warung, baru dapat,” tutur Selamet (48), seorang penjual makanan yang merupakan warga Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/7).

Tak tanggung-tanggung Selamet harus mendatangi sepuluh toko dan warung baru mendapatkan elpiji 3 kilogram. 

Sekalipun harus berkeliling mencari elpiji 3 kg, Selamet mengaku tetap bersyukur karena tidak membuatnya berhenti berjualan.

“Tapi memang habis cukup banyak waktu untuk mencari elpiji ini. Rata-rata pemilik toko dan warung bilang kalau barangnya belum datang dan baru datang sore ini. Tapi saya kan butuhnya pagi,” tuturnya. 

Keluhan sama juga diungkapkan pedagang jajanan sempol ayam, Wawan,40.

“Saya harus berkeliling di empat toko tadi, baru dapat,” tutur pedagang yang berjualan di Jalan MT Haryono Indramayu.

Wawan mengaku, ia sampai harus meninggalkan dagangannya untuk membeli elpiji 3 kg. ini dikarenakan ia hanya memiliki satu tabung dan tidak memiliki tabung cadangan.

“Jadi mau tidak mau saya tinggal. Gas habis, bagaimana saya mau berjualan,” tuturnya.

Untuk membeli satu tabung cadangan Wawan mengaku harganya cukup mahal dan uang yang ada digunakan lagi untuk modal berjualan. 

Seiring dengan sulitnya mendapatkan elpiji tabung melon, harganya pun mengalami kenaikan. Dalam kondisi normal, harga elpiji tabung melon hanya Rp 22 ribu per tabung, tapi kini naik menjadi Rp 25 ribu per tabung. Bahkan ada pula yang mendapatkan elpiji tabung melon dengan harga Rp 30 ribu per tabung. (UL)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |