Waspada Microsleep Saat Mudik, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya

2 hours ago 6

CNN Indonesia

Rabu, 18 Mar 2026 04:55 WIB

Microsleep bisa terjadi tiba-tiba saat mudik. Kenali tanda dan cara mencegahnya agar perjalanan tetap aman. Ilustrasi. Waspada miscrosleep saat mudik. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tanda-tanda microsleep perlu diwaspadai para pemudik. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan detik dan meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.

Dalam kondisi ini, seseorang kehilangan kesadaran sejenak, meski terkadang masih terlihat terjaga, misalnya tetap membuka mata atau memegang kemudi.

Fenomena ini kerap terjadi ketika tubuh mengalami kelelahan atau kurang tidur, terutama saat melakukan aktivitas monoton seperti menyetir di jalan tol yang panjang dan sepi, situasi yang umum dialami saat mudik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Sleep Foundation, microsleep adalah episode tidur singkat yang terjadi tanpa disadari. Meski hanya berlangsung beberapa detik, kondisi ini membuat otak tidak mampu memproses informasi dari lingkungan sekitar secara normal.

Penelitian menunjukkan bahwa saat microsleep terjadi, aktivitas otak melambat. Respons terhadap suara maupun rangsangan visual menurun, sehingga seseorang menjadi kurang waspada terhadap kondisi di sekitarnya.

Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi saat mengemudi. Dalam waktu singkat, pengendara bisa kehilangan kendali tanpa menyadarinya.

Sementara itu, mengutip WebMD, kurang tidur, terutama kurang dari empat jam, dapat memicu microsleep. Bahkan, orang dengan pola tidur yang biasanya teratur pun tetap berisiko mengalaminya saat kurang istirahat.

Tanda-tanda microsleep saat berkendara

Microsleep sering kali tidak disadari. Namun, ada beberapa tanda yang bisa dikenali, terutama saat menempuh perjalanan jauh:

1. Mata terasa berat dan sering terpejam

Mata menjadi sulit terbuka dan kedipan terasa lebih lambat dari biasanya.

2. Kepala mengangguk tanpa disadari

Pengemudi bisa tiba-tiba menganggukkan kepala sebagai respons tubuh yang mulai kehilangan kesadaran.

Seseorang mungkin merasa 'blank' beberapa detik, seperti tidak mengingat beberapa meter terakhir saat berkendara.

4. Respons melambat terhadap kondisi sekitar

Reaksi terhadap klakson, kendaraan lain, atau perubahan jalan menjadi lebih lambat.

5. Gerakan mata melambat

Menjelang microsleep, pergerakan mata biasanya ikut melambat, meski sering tidak disadari.

Risiko dan penyebab microsleep saat berkendara

Risiko utama microsleep adalah kecelakaan. Dalam beberapa detik saja, kendaraan bisa melaju tanpa kendali.

Jika terjadi di jalan tol atau dalam kecepatan tinggi, dampaknya bisa fatal. Selain itu, kondisi ini membuat seseorang tidak responsif terhadap rangsangan eksternal, sehingga sulit merespons situasi darurat dengan cepat.

Penyebab utama microsleep adalah kurang tidur dan kelelahan. Pemudik yang menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat cukup memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Selain itu, aktivitas monoton seperti mengemudi di jalan lurus dalam waktu lama juga dapat memicu microsleep, bahkan pada orang tanpa gangguan tidur.

Beberapa kondisi lain seperti sleep apnea atau gangguan pola tidur akibat kerja shift juga dapat meningkatkan risiko. Microsleep juga lebih sering terjadi pada siang hari terutama setelah makan siang atau saat dini hari ketika tubuh secara alami membutuhkan istirahat.

Cara mencegah microsleep saat mudik

Untuk mengurangi risiko microsleep, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

• Pastikan tidur cukup sebelum perjalanan

• Istirahat setiap 2-3 jam saat berkendara

• Hindari mengemudi saat merasa sangat mengantuk

• Konsumsi kafein secukupnya jika diperlukan

• Bergantian mengemudi jika memungkinkan

Jika tanda-tanda microsleep mulai muncul, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Dengan memahami gejala dan cara pencegahannya, risiko kecelakaan akibat microsleep selama perjalanan mudik dapat diminimalkan.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |