Kanthi Malikhah & Amalia, CNBC Indonesia
19 March 2026 17:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadhan tahun ini tidak hanya diwarnai aktivitas ibadah dan tradisi tahunan. Sejumlah peristiwa ekonomi, fenomena sosial, hingga tren gaya hidup ikut mewarnai bulan puasa dan menjadi perbincangan publik.
Berikut beberapa hal yang paling dikenang dari Ramadhan tahun ini:
1. Hujan Terus Sepanjang Ramadhan
Ramadhan tahun ini terasa berbeda karena cuaca yang cenderung basah di banyak wilayah Indonesia. Hujan kerap turun pada sore hingga malam hari, bertepatan dengan waktu ngabuburit hingga menjelang shalat Tarawih bahkan sebelum Sahur. Kondisi ini membuat aktivitas di luar rumah, seperti berburu takjil atau berbuka di luar, seringkali terganggu.
Di sejumlah kota, hujan bahkan memicu kemacetan lebih parah dari biasanya pada jam pulang kerja. Bazaar Ramadan, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha kuliner juga ikut terdampak karena jumlah pengunjung yang lebih fluktuatif dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
2. IHSG Ambruk
Ramadhan tahun ini juga diwarnai gejolak di pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan tajam dan menjadi perhatian investor sepanjang bulan puasa.
Menjelang libur Lebaran 18-24 Maret 2026, IHSG justru mencatat koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade, yakni turun 4,49% dalam sepekan.
Pelemahan tajam ini bukan semata faktor musiman seperti aksi tarik dana investor ritel menjelang libur panjang. Tekanan utama datang dari sentimen makroekonomi dan geopolitik global yang memanas sepanjang bulan ini.
Pelemahan ini mencerminkan tekanan sentimen global dan domestik yang membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati selama periode Ramadhan.
3. Rupiah Jeblok Hampir Rp17.000 per US$
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga menjadi sorotan selama Ramadhan. Mata uang Garuda mengalami tekanan terhadap dolar AS dan sempat mendekati level yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Rupiah sempat menyentuh Rp 16.990 dan terus mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (16/3/2026). Rupiah akhirnya ditutup di posisi Rp 16.975/US$ sebelum libur Lebaran pada Selasa (17/3/2026).
Sepanjang Ramadan ini, rupiah melemah 0,9%.
4. Krisis Ojol
Fenomena yang ramai disebut sebagai krisis ojo juga mewarnai Ramadhan tahun ini. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pengguna transportasi online di Jakarta mengeluhkan sulitnya mendapatkan driver, baik untuk ojek maupun taksi online, terutama pada jam pulang kerja dan malam hari. Keluhan ini ramai dibahas di media sosial hingga memicu istilah "krisis ojol".
Menanggapi hal tersebut, perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan driver selama Ramadhan. Salah satunya adalah perubahan pola permintaan yang melonjak pada jam tertentu, terutama mulai pukul 15.30 hingga puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB. Selain itu, sebagian mitra pengemudi juga mulai mudik menjelang Lebaran serta kondisi hujan yang menyebabkan kemacetan dan genangan, sehingga waktu tunggu pemesanan menjadi lebih lama.
5. War Baju Lebaran dari Jauh Hari
Fenomena lain yang ramai diperbincangkan adalah war baju Lebaran yang terjadi bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Banyak brand fashion sudah meluncurkan koleksi Lebaran lebih awal, baik melalui pre-order maupun penjualan terbatas di platform online.
Strategi ini membuat konsumen harus bergerak cepat agar tidak kehabisan produk yang diincar. Di media sosial, fenomena tersebut bahkan menjadi tren tersendiri, dengan banyak orang berbagi pengalaman berburu baju Lebaran jauh hari sebelum Idul Fitri tiba.
6 Tren Baju Lebaran: Gamis "Bini Orang" hingga Cheongsam Gen Z
Tren busana Lebaran juga menjadi salah satu hal yang ramai dibicarakan selama Ramadan 2026. Di kalangan ibu-ibu, model gamis yang disebut "gamis bini orang" menjadi viral di media sosial setelah dipopulerkan oleh pedagang di Tanah Abang.
Foto: Jenis Gamis "Bini Orang" yang Ada di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Jenis Gamis "Bini Orang" yang Ada di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Istilah ini merujuk pada model gamis yang terlihat elegan dan dewasa, dengan potongan longgar serta warna-warna lembut seperti cream, sage, atau pastel yang memberi kesan anggun dan rapi saat dikenakan di Hari Raya.
Sementara itu, kalangan Gen Z justru mempopulerkan tren berbeda dengan mengenakan cheongsam modern sebagai outfit Lebaran. Busana yang terinspirasi dari pakaian tradisional Tiongkok ini hadir dalam versi lebih kasual dan minimalis.
Ramadan tahun ini juga diramaikan dengan banyaknya bazar pop-up di pusat perbelanjaan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, dan lainnya yang menghadirkan berbagai koleksi busana Lebaran dari brand lokal.
7. Konflik Global yang Tetap Membayangi Ramadan
Ramadan 2026 juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai target militer dan pemerintahan di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan ini bahkan berdampak pada jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz serta pasar energi dunia.
Konflik yang masih berlangsung selama Ramadan ini menjadi salah satu isu internasional yang paling banyak disorot sepanjang tahun 2026.
8. Harga Tiket Melonjak dan "War Tiket" Mudik
Mudik Lebaran 2026 juga diwarnai keluhan masyarakat soal mahalnya harga tiket transportasi, terutama pesawat. DPR bahkan menyoroti harga tiket pesawat domestik yang dinilai terlalu tinggi menjelang musim mudik, dengan beberapa rute dilaporkan mencapai belasan juta rupiah untuk sekali perjalanan.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan membuka berbagai skema mudik gratis melalui beberapa moda transportasi dengan kuota terbatas, antara lain:
-
Bus: 2308 tiket mudik gratis.
-
Kereta api (Motis): 28.000 tiket penumpang serta kuota lebih dari 11.000 sepeda motor yang bisa diangkut.
-
Kapal laut: sekitar 69.232 tiket gratis yang disediakan di 97 trayek pelayaran.
Kuota yang terbatas membuat tiket program mudik gratis tersebut cepat habis setelah pendaftaran dibuka, sehingga masyarakat harus berebut atau melakukan "war tiket" secara daring agar bisa mendapatkannya.
9. Tempat Bukber Penuh dan Overload
Tradisi buka puasa bersama (bukber) merupakan tradisi yang tidak pernah terlewatkan selama bulan puasa. Tahun ini, banyak restoran, kafe, hingga hotel menawarkan paket bukber spesial yang langsung diserbu masyarakat, terutama di kota-kota besar.
Tingginya permintaan membuat banyak tempat makan penuh hingga dalam beberapa kasus terjadi overbooked, sehingga pengunjung yang sudah melakukan reservasi tetap kesulitan mendapatkan tempat.
Selain itu, cuaca hujan di sejumlah wilayah serta sulitnya mendapatkan ojek online saat jam pulang juga menambah kepadatan di pusat perbelanjaan. Akibatnya, banyak orang yang awalnya hanya datang untuk bukber di mal justru terjebak berjam-jam di dalam mal, bahkan ada yang harus menunggu hingga sahur karena kesulitan mendapatkan transportasi untuk pulang. Fenomena ini ramai dibicarakan di media sosial selama Ramadan tahun ini semenjak viral di aplikasi TikTok.
10. Harga Emas Turun Menjelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, harga emas justru mengalami penurunan yang cukup menarik perhatian pasar. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, di mana sebagian investor memilih mengalihkan dana ke dolar AS yang dinilai lebih likuid di tengah ketidakpastian pasar.
Selain faktor global, penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung menjelang Lebaran. Menjelang momen Lebaran banyak masyarakat cenderung menyimpan uang tunai untuk kebutuhan konsumsi dan mudik, sehingga minat membeli emas relatif menurun dalam periode ini.
Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia mengalami pergerakan beragam pada perdagangan hari ini, Kamis (19/3/2026).
Melansir data dari situs resmi logammulia.com pukul 08.30 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.943.000 per batang atau turun Rp53.000.
(mae/mae)
Addsource on Google

2 hours ago
4
















































