104 Pesawat Garuda Indonesia Kembali Beroperasi per Juni 2026

5 hours ago 9
104 Pesawat Garuda Indonesia Kembali Beroperasi per Juni 2026 Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta.(ANTARA/Ahmad Wijaya)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan kabar positif terkait pemulihan maskapai nasional Garuda Indonesia. Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8), Presiden mengungkapkan bahwa sebanyak 20 pesawat tambahan berhasil direaktivasi hingga Juni 2026.

Penambahan tersebut membuat total armada Garuda Indonesia yang telah kembali beroperasi kini mencapai 104 unit. Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat pemulihan kinerja maskapai yang selama bertahun-tahun terbebani kerugian finansial.

"Pada Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat sehingga menjadi 104 pesawat," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Transformasi Armada dan Harapan Laba

Presiden menjelaskan bahwa saat pemerintah mulai melakukan pembenahan, kondisi armada Garuda Indonesia cukup memprihatinkan dengan puluhan pesawat dalam status grounded atau tidak beroperasi karena belum dapat diperbaiki. Namun, melalui program reaktivasi yang konsisten, jumlah pesawat yang layak terbang terus meningkat.

Pemulihan jumlah armada ini diyakini akan membuka peluang besar bagi perusahaan untuk kembali mencatatkan keuntungan. "Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," tegasnya.

Data Reaktivasi Armada Garuda Indonesia (Juni 2026):

Indikator Jumlah/Keterangan
Pesawat Direaktivasi (Juni 2026) 20 Unit
Total Armada Beroperasi 104 Unit
Target Profitabilitas Awal Tahun 2027

Dampak Geopolitik

Meskipun menunjukkan tren positif, Presiden Prabowo mengakui bahwa faktor eksternal masih menjadi tantangan. Kondisi geopolitik global, terutama konflik yang terjadi di Timur Tengah, turut memberikan tekanan pada kinerja operasional maskapai nasional.

Menurut Presiden, jika tidak ada hambatan dari konflik geopolitik tersebut, Garuda Indonesia sebenarnya berpotensi sudah mencatatkan keuntungan lebih awal, yakni pada Juli 2026. Namun, pemerintah tetap optimis bahwa tren perbaikan ini akan terjaga.

"Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 sudah mulai untung," pungkas Presiden Prabowo, menekankan harapannya agar proses pemulihan kinerja Garuda Indonesia terus berlanjut secara berkelanjutan. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |