Gempa M 7,4 melanda Kolombia, menewaskan ratusan jiwa di Cali dan Pereira. Presiden tentukan status darurat, tim SAR berpacu dengan waktu evakuasi korban.(AFP)
TIM penyelamat di Kolombia berpacu dengan waktu untuk membebaskan para korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan pascagempa kuat bermagnitudo 7,4 pada Senin (9/8). Lebih dari 180 orang dipastikan tewas, dengan korban terbanyak berada di Kota Cali dan Pereira.
Gempa utama yang mengguncang pada Senin pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dirasakan di wilayah yang sangat luas hingga ratusan mil di Kolombia barat. Hingga Selasa, serangkaian gempa susulan masih terus terjadi.
Data resmi mencatat angka kematian mencapai 181 jiwa, namun gabungan data pejabat lokal mengindikasikan jumlah korban tewas berpotensi melampaui 240 orang. Menanggapi kondisi ini, Presiden Abelardo de la Espriella telah menetapkan status keadaan darurat.
"Hampir 2.600 orang terluka dan hampir 200 orang masih hilang," ujar Presiden Espriella saat menyampaikan pembaruan situasi dari Pereira pada Selasa. Ia menambahkan lebih dari 1.100 rumah hancur dan lebih dari 8.000 rumah mengalami kerusakan.
Warga di kota-kota besar seperti Cali dan Pereira terpaksa menghabiskan malam di luar ruangan akibat rumah mereka hancur atau karena kekhawatiran akan gempa susulan. Di Cali, kota berpenduduk 2,2 juta jiwa yang mencatat 95 korban jiwa, pos komando terpadu telah dibentuk.
Wali Kota Cali, Alejandro Eder, mengungkapkan 239 orang masih terjebak, 949 orang luka-luka, dan 45 bangunan runtuh total maupun sebagian. Kerusakan parah juga melanda rumah sakit kota dan sebuah sekolah di lingkungan Calima, yang menewaskan empat anak serta melukai 30 siswa lainnya. Pemerintah setempat memberlakukan jam malam untuk mencegah aksi penjarahan.
Di Pereira, pemadam kebakaran mencatat 79 korban jiwa. Pemerintah kota menerapkan kebijakan hari bebas kendaraan guna mempermudah akses operasi pencarian. Seorang warga lingkungan Parque Industrial menggambarkan kepanikan yang terjadi.
"Sangat tidak mungkin untuk bergerak di pusat kota. Di Lapangan Bolívar, setidaknya satu bangunan runtuh. Selain itu, ada struktur bangunan tempat bus dan truk terjebak, dan orang-orang takut struktur itu juga akan runtuh," ungkapnya kepada BBC Mundo. "Kami semua syok. Ini benar-benar mengerikan."
Sementara itu, di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas mengonfirmasi lima korban jiwa dan 60 bangunan runtuh. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan berantai atau unggahan media sosial dari sumber tidak jelas yang dapat memicu kepanikan.
Dukungan internasional terus mengalir. PBB menyatakan solidaritas dan siap membantu penanganan bencana. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bantuan hibah senilai 15,5 juta dolar AS, disusul penawaran bantuan dari Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela. Spanyol turut memantau 164 warganya yang dilaporkan belum ditemukan, meski belum ada laporan korban jiwa dari warga negaranya. (BBC/Z-2)















































