Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi, karena menjadi katalisator percepatan penyerapan investasi hingga tenaga kerja.
Sejak pertama kali dihadirkan pada 2012 hingga 2025, KEK telah mampu menyerap investasi kumulatif hingga Rp 336 triliun, dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebesar 249 ribu orang dari 407 badan usaha di 25 KEK.
"Dalam RPJMN 2025-2029, kawasan ekonomi khusus diproyeksikan sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional," kata Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang dalam acara media gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Edwin menjelaskan, khusus untuk 2025 saja, total realisasi investasi di 25 KEK sudah mencapai Rp 82,6 triliun, atau setara dengan 98% dari target investasi sepanjang 2025 sebanyak Rp 84,1 triliun. Penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 88,54 ribu orang.
"Capaian ini menunjukkan bahwa KEK ini terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan investasi dan juga menciptakan lapangan kerja di tanah air," ucap Rizal.
Memanfaatkan hasil kajian LPEM FEB UI dan Prospera, pemerintah meyakini KEK memiliki dampak perekonomian yang signifikan bagi aktivitas ekonomi domestik. Terhadap investasi, KEK mampu mendorong 77% lebih tinggi dibanding wilayah non KEK.
"Sebagai ilustrasinya, bila di suatu wilayah tanpa KEK ini mampu menarik investasi sebesar Rp 10 triliun, maka wilayah dengan KEK ini mampu menarik investasi sehingga sekitar Rp 17-18 triliun. Jadi dibandingkan dengan yang non-KEK ini bisa lebih 77%," kata Edwin.
Lalu dari sisi penciptaan lapangan kerja, KEK mampu menyerap 4% tenaga kerja lebih banyak dibanding wilayah non KEK, serta menyerap tenaga kerja langsung 52% lebih besar dibanding proyek-proyek investasi yang ada di wilayah yang tak memiliki KEK.
"Hasil analisis dari kajian-kajian tadi menunjukkan bahwa investasi asing langsung atau FDI di KEK industri dapat mencapai sekitar 179% lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK," ungkap Edwin.
Selain dampak investasi dan penyerapan tenaga kerja, KEK juga pemerintah sebut dapat memberikan efek rambatan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar wilayahnya, mulai dari menarik partisipasi ekonomi dari UMKM hingga menjadi bagian dari rantai pasokan lokal.
"Dapat disimpulkan bahwa KEK berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui beberapa jalur utama, yakni peningkatan investasi, kemudian peningkatan penciptaan lapangan kerja, penguatan ekosistem usaha, termasuk UMKM, juga menghasilkan multiplier effect bagi ekonomi daerah atau ekonomi regional," tegas Edwin.
Sebagai informasi tambahan, berikut ini daftar 25 KEK yang ada di Indonesia:
1. KEK Tanjung Lesung
2. KEK Morotai
3. KEK Sorong
4. KEK Bitung
5. KEK Lido
6. KEK Tanjung Sauh
7. KEK Sei Mangkei
8. KEK Mandalika
9. KEK Lhokseumawe
10. KEK Arun
11. KEK Gresik
12. KEK Setangga
13. KEK Palu
14. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan
15. KEK Galang Batang
16. KEK Batam Aero Technic
17. KEK Sanur
18. KEK Banten Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
19. KEK Likupang
20. KEK Tanjung Kelayang
21. KEK Singhasari
22. KEK Nongsa
23. KEK Kura-Kura Bali
24. KEK Batam Turisme dan Kesehatan Internasional
25. KEK Industropolis Batang.
(dce)
Addsource on Google

3 hours ago
6

















































