Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Michael Murphy (DDG 112) yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Setidaknya tiga kapal tanker memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026), berdasarkan data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler. Kapal berbendera Panama, Peace Gulf, sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab setelah melintasi rute baru di antara Pulau Larak dan Hormuz di perairan teritorial Iran, yang diwajibkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bagi semua kapal.
Sebelumnya, dua kapal tanker yang dikenai sanksi Amerika Serikat, Rich Starry dan Elpis, juga telah melewati jalur sempit strategis tersebut. Karena ketiga kapal ini tidak menuju pelabuhan Iran, mereka tidak terdampak blokade AS yang mulai berlaku pada Senin.
Dilansir Aljazirah, pada Senin (13/4/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya mulai menerapkan blokade terhadap lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran pada pukul 10.00 waktu AS Timur (14.00 GMT), sesuai perintah Presiden Donald Trump.
CENTCOM menyebut blokade akan diberlakukan “secara tidak memihak” terhadap kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Teheran memperingatkan bahwa mereka dapat membalas dengan menargetkan pelabuhan di negara-negara Teluk tetangga.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran internasional setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari.
Washington dan Teheran mengeluarkan instruksi yang saling bertentangan kepada kapal yang melintasi jalur laut paling vital di dunia tersebut, sehingga menambah kebingungan di kalangan pelaku pelayaran global.

2 hours ago
2

















































