Aksi Bajak HP Terbaru Beredar Lewat SMS, Begini Modus Morpheus

10 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan dari organisasi hak digital Italia, Osservatorio Nessuno mengungkapkan temuan pada malware baru bernama Morpheus. Malware ini disebut menyamar sebagai aplikasi pembaruan ponsel untuk mencuri berbagai macam data.

Menurut temuan tersebut, Morpheus terkait dengan perusahaan Italia bernama IPS. Perusahaan yang berdiri lebih dari 30 tahun adalah penyedia teknologi penyadapan legal tradisional.

IPS dalam situs resminya menyebutkan beroperasi lebih dari 20 negara. Sejumlah klien yang diklaim perusahaan adalah beberapa kepolisian Italia.

Kesimpulan itu berasal dari infrastruktur spyware. Khususnya pada salah satu alamat IP terdaftar atas nama IPS Intelligence Public Security.

Mengutip Tech Crunch, Morpheus disebut sebagai spyware berbiaya rendah. Mekanisme infeksi yang digunakan sederhana, yakni hanya membuat calon korban mau menginstal spyware sendiri.

Para peneliti mengatakan otoritas setempat menggunakan bantuan dari penyedia layanan telepon seluler target untuk memblokir data seluler. Penyedia telekomunikasi akan mengirimkan SMS pada target dan mendorong korban untuk menginstall aplikasi yang diklaim dapat membantu update aplikasi.

Setelah terpasang, malware akan masuk ke fitur aksesibilitas bawaan Android untuk dapat membaca data di layar korban dan berinteraksi dengan aplikasi lain. Para peneliti mengatakan Morpheus didesain untuk mengakses semua jenis informasi dalam perangkat.

Untuk menyempurnakan kejahatannya, software akan membuat pembaruan palsu dan menampilkan layar reboot. Aplikasi WhatsApp akan muncul dan meminta korban memberikan data biometrik untuk membuktikan jati diri pengguna ponsel.

Namun biometrik ini adalah cara mengakses penuh ke akun WhatsApp. Strategi serupa telah ditemukan dalam peretasan pemerintah di Ukraina dan kampanye mata-mata di Italia.

Peneliti Osservatorium Nessuno yang disebut sebagai Davide dan Giulio enggan menyebut detail spesifik siapa target dari Morpheus. Namun mereka percaya serangan itu terkait dengan aktivisme politik di Italia.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |