Aksi Penghijauan Sekolah Libatkan Ribuan Peserta Didik

4 hours ago 4

Aksi penghijauan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ribuan siswa sekolah dasar mengikuti aksi penanaman tanaman berbunga sebagai bagian edukasi lingkungan di sekolah. Kegiatan ini mendorong pembelajaran langsung tentang penghijauan di tengah meningkatnya isu perubahan iklim dan berkurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan.

Program “Gerak untuk Bumi Bersama Nissin Soklat” yang digelar PT Monde Mahkota Biskuit berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026. Sebanyak 5.193 siswa sekolah dasar terlibat dengan menanam lebih dari 3.000 bibit tanaman berbunga dan tanaman produktif seperti asoka, lavender, dan cabai.

Kegiatan tersebut tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi penanaman bibit tanaman berbunga terbanyak oleh siswa sekolah dasar. Program ini menjadikan aktivitas praktik sebagai metode pembelajaran untuk memperkenalkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Perwakilan PT Monde Mahkota Biskuit, Vionita mengatakan, edukasi lingkungan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” kata Vionita dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, pembelajaran lingkungan tidak cukup dilakukan di ruang kelas. Kegiatan langsung di lapangan dinilai membantu membentuk sikap peduli lingkungan sekaligus mengenalkan tanggung jawab menjaga ruang hijau.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan berkurangnya ruang terbuka hijau, keterlibatan sekolah dan dunia usaha dalam kegiatan edukasi lingkungan dinilai dapat memperluas praktik pembelajaran berbasis pengalaman bagi siswa. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kesadaran ekologis sejak tingkat pendidikan dasar.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |