Anggi Setyawan Sumilan, Alumni UBSI Kini Bantu 500+ Brand Bangun Studio Live Streaming

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -  Lapangan padel menjadi tempat bertemunya alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dari berbagai angkatan dan bidang profesi. Salah satunya Anggi Setyawan Sumilan, alumni Broadcasting UBSI kampus Margonda angkatan 2014 yang hadir dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 membawa cerita tentang bagaimana ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah menemukan bentuk baru di tengah perkembangan industri digital.

Di tengah suasana olahraga dan silaturahmi tersebut yang berlangsung di di Padelago x The Luna Depok pada Sabtu (8/8/2026), Anggi berbagi perjalanan kariernya yang berkembang dari dunia broadcasting menuju industri digital. Kini ia dikenal sebagai Owner Mata Pictures Studio, konsultan brand, affiliate, sekaligus content creator yang aktif memanfaatkan platform TikTok untuk mengembangkan bisnis dan membantu berbagai brand membangun ekosistem live streaming profesional.

Bagi Anggi, kehadirannya di UBSI Alumni Padel Day 2026 bukan sekadar kembali bertemu dengan almamater. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi antarsesama alumni.

“Acara ini positif banget karena kita bisa ketemu sesama alumni dan jalin silaturahmi. Setelah lulus, kita tentu butuh partner kerja sama dan sinergi antar sesama alumni maupun kampus. Harapannya UBSI semakin jaya, sukses, dan terus mengadakan kegiatan positif yang berdampak pada kreativitas dan kerja sama keluarga besar UBSI,” ujar Anggi dalam keterangan rilis yang diterima, Selasa (11/8/2026).

Ketika memilih jurusan Broadcasting di UBSI kampus Margonda, Anggi mempelajari berbagai kompetensi yang berkaitan dengan dunia penyiaran dan produksi televisi. Namun, ia kemudian menyadari perkembangan teknologi membuka panggung baru yang tidak kalah besar dari media konvensional.

Perubahan tersebut semakin terasa ketika platform media sosial mulai berkembang dan menghadirkan berbagai bentuk konten baru. Salah satu yang menarik perhatian Anggi adalah TikTok, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk mempertemukan keahlian dengan pasar yang jauh lebih luas.

Alih-alih melihat perubahan teknologi sebagai ancaman bagi ilmu yang telah dipelajari, Anggi justru menjadikannya sebagai peluang. Pengetahuan tentang kamera, pencahayaan, komunikasi, produksi konten, dan penyiaran yang diperoleh sejak kuliah ia adaptasikan ke kebutuhan live streaming di era digital.

“Waktu kuliah Broadcasting di UBSI, kita belajar semua yang ada di TV. Pas lihat TikTok, saya lihat potensi besar untuk cari market yang lebih luas. Kalau kita punya keahlian tapi enggak dipublikasikan lewat konten, orang enggak akan kenal. Saya ingin memanfaatkan ilmu broadcasting saya secara maksimal di era digital ini,” kata Anggi.

Dari sana, Anggi mulai mengembangkan kemampuannya dalam live streaming profesional. Ia menjadi salah satu pihak yang melihat bahwa kualitas produksi dalam siaran langsung di media sosial dapat menjadi pembeda sekaligus meningkatkan kredibilitas sebuah brand.

Melalui akun TikTok miliknya @anggisetya ia membantu lebih dari 500 brand besar serta sejumlah selebriti di berbagai wilayah Indonesia dalam membangun studio live streaming yang profesional.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi yang diperoleh dari bangku kuliah dapat terus berkembang ketika dipertemukan dengan keberanian untuk membaca perubahan zaman. Broadcasting yang dahulu identik dengan televisi, kini justru menjadi salah satu fondasi bagi Anggi untuk berkiprah di ekosistem digital.

Pengalaman profesional yang dijalaninya membuat Anggi memiliki satu pesan khusus bagi mahasiswa, terutama mereka yang masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, mahasiswa tidak harus menguasai semuanya sekaligus.

“Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa UBSI, pilih satu bidang atau profesi yang paling disukai dan paling dikuasai, lalu dalami itu sampai tuntas. Lebih baik fokus pada satu materi sampai jadi ahli daripada mempelajari banyak materi tapi setengah-setengah. Waktu kuliah kalian akan jauh lebih efisien,” kata dia.

Anggi sendiri pernah menjadi asisten dosen di UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari proses pembentukan dirinya sebelum akhirnya terjun lebih jauh ke dunia profesional.

Baginya, masa kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan seluruh mata kuliah dan mendapatkan ijazah. Ada kesempatan untuk mencoba berbagai hal, menemukan bidang yang disukai, membangun kemampuan, sekaligus menguji diri melalui pengalaman organisasi maupun aktivitas pendukung lainnya.

Kehadiran Anggi dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 mempertemukan kembali dirinya dengan keluarga besar almamater. Dalam suasana yang lebih santai, alumni dapat berbincang mengenai berbagai pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, alumni memiliki latar belakang dan kompetensi yang beragam sehingga jika terhubung dalam ruang yang tepat, potensi kolaborasi yang lahir juga semakin besar.

Ia berharap UBSI dapat terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan alumni secara rutin, tidak hanya melalui kegiatan olahraga, tetapi juga melalui berbagai aktivitas kreatif dan profesional.

“Perjalanan dari ruang kelas Broadcasting menuju dunia live streaming menunjukkan satu hal penting, bahwa keahlian tidak pernah benar-benar usang selama pemiliknya mau beradaptasi,” kata dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |