Rudal hipersonik Fattah milik Iran saat dipamerkan di acara rilis pada 6 Juni 2023.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Komandan Angkatan Darat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menegaskan, pihaknya berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap potensi agresi dari musuh.
Karami menekankan, angkatan bersenjata Iran kuat dan siap sepenuhnya untuk merespons tegas terhadap setiap kesalahan yang dilakukan musuh. Ia menyoroti tingginya koordinasi di antara angkatan bersenjata Iran. Dia menambahkan, militer terus mengembangkan kemampuan di segala bidang untuk menghadapi ancaman yang muncul.
Komandan IRGC itu juga menegaskan, Iran sedang menghadapi perang hibrida yang komprehensif dengan musuh. Perang tersebut mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, siber, keamanan, dan pertahanan, seperti dilansir dari laman Al Mayadeen.
Ia menambahkan, keamanan Iran telah sepenuhnya terjaga dari wilayah perbatasan hingga ke pedalaman negara. Dia mengingatkan, angkatan bersenjata Iran akan mencabut mata yang mengincar tanah Persia.
Cadangan rudal bertambah
Pada Selasa (13/8/2026), Komandan Angkatan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan pertahanan udara dan rudal Iran berada dalam "tingkat kesiapan tertinggi." Mereka menyatakan siap menghadapi setiap serangan.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan, dengan ancaman agresi Amerika Serikat terhadap Iran. Berbicara dalam rapat Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di parlemen Iran, Mousavi menegaskan, angkatan dirgantara akan memberikan respons tegas dan menghancurkan terhadap setiap aksi agresi yang menargetkan rakyat Iran.
Ia menekankan, bertambahnya kemampuan pertahanan lewat produksi rudal dan total output angkatan dirgantara yang telah meningkat dibandingkan sebelum perang 12 hari baru-baru ini.

1 hour ago
1









































