Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengumumkan skuad Team Melli tidak akan ikut Piala Dunia 2026. Apakah ini membuka peluang bagi Timnas Indonesia ke Piala Dunia yang bakal berlangsung tiga bulan lagi?
Perang AS-Israel vs Iran turut mengguncang lapangan hijau. Komentar Donyamali membuat Piala Dunia dalam ketidakpastian dalam hal kontestan.
"Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia," ucap Donyamali kepada televisi pemerintah seperti dilansir dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran sudah telanjur masuk jadi salah satu dari 48 peserta Piala Dunia 2026. Bahkan anak asuh Amir Ghalenoei sudah dipastikan masuk ke Grup G bersama dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dalam drawing yang berlangsung 5 Desember 2025.
Situasi ini membuat FIFA harus siap siaga. Keterangan Donyamali soal pengunduran diri dari Iran belum berupa kepastian, tapi sangat mungkin terjadi.
FIFA punya aturan soal pergantian kontestan, termaktub dalam Pasal 6.7 peraturan Piala Dunia FIFA 2026.
"Jika Asosiasi Anggota Peserta mana pun menarik diri dan/atau dikeluarkan dari Piala Dunia FIFA 26, FIFA akan memutuskan masalah tersebut dengan kebijakan sendiri dan mengambil segala tindakan yang dianggap perlu. FIFA dapat memutuskan mengganti Asosiasi Anggota Peserta yang bersangkutan dengan asosiasi lain," tulis aturan tersebut dilansir dari Sky Sports.
Aturan tersebut menegaskan FIFA punya hak prerogatif guna menentukan pengganti dari kesebelasan yang mundur atau dikeluarkan dari Piala Dunia.
"Tidak ada preseden modern untuk masalah ini, dan menurut peraturan turnamen FIFA sendiri, mereka memiliki wewenang penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri," kata mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, dikutip dari Reuters.
Dengan demikian negara mana pun bisa dipilih FIFA untuk menggantikan Iran, jika benar mengundurkan diri.
"Artinya, misalnya jika ada tim yang mengundurkan diri maka tidak perlu digantikan oleh tim dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak perlu digantikan sama sekali. Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda," jelas Kitching.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

4 hours ago
2

















































