Arus Dana Domestik Jadi Penopang IHSG Tembus Rekor Baru

1 hour ago 1

Jurnalis mengambil gambar layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan penguatan berkelanjutan (rally) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditopang oleh stabilitas makroekonomi domestik, mulai dari terjaganya inflasi hingga ekspektasi suku bunga yang rendah. IHSG tercatat kembali menyentuh level tertinggi baru atau all time high (ATH) di level 9.075,41 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026) sore.

“Arus dana domestik yang kuat dan dominan di IHSG membuat harga lebih tahan terhadap guncangan eksternal,” ujar Reydi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Selain itu, ia melanjutkan, penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja emiten-emiten besar yang relatif solid, seperti emiten sektor perbankan dan saham big cap atau berkapitalisasi pasar besar.

“Valuasi IHSG dianggap lebih murah dibandingkan valuasi bursa negara maju, sehingga investor masih percaya IHSG bisa stabil dan tekanan eksternal tidak langsung memicu aksi jual agresif,” ujar Reydi.

Dari mancanegara, ia menjelaskan sentimen yang masih membayangi pasar adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter negara maju, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta tensi geopolitik yang belakangan bereskalasi.

Namun demikian, menurut dia, dampak sentimen tersebut terhadap pasar saham Indonesia cenderung terbatas seiring kuatnya basis investor domestik.

“Dampak ke pasar domestik terbatas karena dana investor domestik mendominasi IHSG,” ujar Reydi.

Sementara itu, terkait sektor-sektor yang menopang penguatan IHSG, Reydi mengungkapkan di antaranya sektor perbankan, energi, serta saham-saham konglomerasi berkapitalisasi pasar besar.

“Sektor yang menopang IHSG adalah perbankan, energi, serta saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar. Ketiganya menopang IHSG,” ujar Reydi.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |