Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di Irak barat pada Kamis (12/3).
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi insiden pesawat meledak itu bukan karena serangan musuh. Mereka menyatakan ada dua pesawat AS terlibat dalam peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu pesawat jatuh di Irak barat, dan yang kedua mendarat dengan selamat. Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri," demikian rilis CENTCOM, dikutip CNN.
Dalam pesawat tanker tersebut, setidaknya ada lima kru. CENTCOM juga menyatakan upaya penyelamatan sedang berlangsung. Namun, mereka tak merinci apakah ada anggota militer yang terluka.
"Insiden itu terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung," lanjut militer AS.
Menurut Angkatan Udara, awak penerbangan biasanya terdiri dari tiga hingga empat anggota: pilot, kopilot, dan operator boom, yaitu orang yang mengisi bahan bakar pesawat lain di udara. Beberapa misi juga membutuhkan navigator dalam awak.
Jet-jet tersebut juga kerap dipakai untuk keperluan medis dan kargo. Namun, AU AS tak menyebut misi spesifik apa yang dilakukan pesawat tersebut.
KC-135 pada dasarnya adalah stasiun pengisian bahan bakar terbang yang memungkinkan pesawat mengisi bahan bakar di udara guna memperpanjang jangkauan dan tetap berada di zona pertempuran lebih lama.
Iran bagian barat merupakan daerah dengan jarang penduduk. Wilayah tersebut berupa gurun.
Meski demikian, pasukan AS dan Barat di Irak sudah menjadi sasaran serangan milisi pro-Iran sejak perang dengan Iran pecah. Namun, serangan-serangan itu sebagian besar dilakukan drone di utara Irak.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2
















































