Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz, dan pelayaran dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Ancaman ini dilontarkan usai negosiasi damai AS dan Iran yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu berakhir buntu.
Sementara itu, Trump juga menuai kecaman usai melontarkan kritik ke Paus Leo XIV yang buka suara soal langkah AS atas Iran dan Venezuela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (14/4).
Negosiasi Buntu, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini
Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai memblokade Selat Hormuz, buntut negosiasi damai dengan Iran yang berakhir buntu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya bakal menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, mulai Senin 13 April pukul 10 pagi waktu AS.
Dalam pernyataannya di X, CENTCOM mengatakan blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Selain itu, CENTCOM memastikan pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran.
Bertemu Prabowo, Putin Siap Kerja Sama Energi hingga Militer
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Rusia sangat terbuka menjalin kerja sama berbagai bidang energi hingga militer dengan Indonesia.
Pernyataan itu ditegaskan saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Putin mengaku sangat senang dengan pertemuan bilateral tersebut. Bagi dia, pertemuan bilateral ini terjalin dengan sangat berbobot.
"Beberapa waktu lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis. Saya sangat senang kita melaksanakan langkah-langkah yang memberi makna dan isi yang cukup besar untuk hubungan kedua negara," kata Putin mengawali pertemuan.
Salah satu kerja sama adalah di bidang ekonomi dan perdagangan. Putin menyebut kerja sama di bidang itu naik 12 persen.
Trump Tak Terima Dikritik Paus Leo soal Iran: Dia Orang Liberal
Presiden Amerika Serikat (AS) menyemprot pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, tak terima dikritik atas kebijakannya terhadap Iran hingga Venezuela.
Dalam unggahan di media sosialnya pada Minggu (12/4), Trump blak-blakan mengatakan tak butuh seorang Paus yang berpikir bahwa AS telah melakukan hal sangat buruk dengan menyerang Venezuela dan Iran.
"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Saya (juga) tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa sangat buruk bahwa Amerika menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar Narkoba ke Amerika Serikat dan, yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara mereka, termasuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami," tulis Trump di Truth Social, Minggu (12/4) malam.
Trump melanjutkan ia juga tak butuh Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat karena melakukan "persis apa yang menjadi tujuan terpilih saya, yakni menetapkan angka kejahatan terendah sepanjang sejarah."
(tim)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
3
















































