Astronaut Pria Bakal Sulit Ereksi di Luar Angkasa, Kok Bisa?

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 11 Apr 2026 00:30 WIB

Dunia dibikin penasaran dengan misi Artemis II, termasuk tentang ereksi para astronaut pria di luar angkasa. Simak penjelasan lengkapnya di sini. Ilustrasi. Dunia dibikin penasaran dengan misi Artemis II yang diluncurkan pada awal April 2026, termasuk tentang ereksi para astronaut pria di luar angkasa. (Pexels)

Jakarta, CNN Indonesia --

Misi Artemis II yang diluncurkan NASA pada awal April 2026 menjadi perhatian dunia karena merupakan misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun.

Selain menyoroti teknologi dan eksplorasi luar angkasa, misi ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan unik tentang kehidupan manusia di luar angkasa, khususnya bagi astronaut pria.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pertanyaan yang menarik, yakni apakah astronaut pria bisa ereksi secara normal selama berada di luar angkasa?

Berdasarkan penelitian dan pendapat para ahli, ternyata astronaut pria akan mengalami kesulitan ereksi di lingkungan luar angkasa. Kok bisa? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa pria sulit ereksi di luar angkasa?

Rata-rata pria mengalami sekitar 11 kali ereksi dalam sehari, meski jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada usia dan gaya hidup. Namun, selama misi Artemis II yang berlangsung 10 hari mengorbit Bulan, para astronaut pria diperkirakan tidak akan mengalami ereksi sama sekali.

Menurut Earim Chaudry, chief medical officer di penyedia layanan kesehatan digital, Voy, hal ini karena sistem kardiovaskular mengalami tekanan konstan di luar angkasa.

"Mikrogravitasi menyebabkan cairan bergeser ke bagian atas tubuh, mengurangi volume darah secara keseluruhan, dan mengganggu pengaturan tekanan darah di seluruh tubuh, yang memiliki konsekuensi nyata terhadap fungsi seksual," tutur Chaudry, seperti dilansir Metro.

Adapun ereksi terjadi ketika pembuluh darah di penis melebar dan darah mengisi jaringan erektil, sehingga penis menjadi keras. Jadi, aliran darah yang lancar merupakan kunci utama untuk ereksi.

Jika tekanan darah menurun atau sirkulasi darah terganggu, proses ereksi akan sangat sulit terjadi.

"Di luar mekanismenya, penurunan volume darah dan disfungsi kardiovaskular dapat menyebabkan kelelahan dan pusing, yang keduanya cukup efektif untuk meredam libido," kata Chaudry.

Ia melanjutkan, keinginan seksual juga dipengaruhi faktor hormonal dan psikologis. Namun kondisi fisik yang kurang mendukung membuat gairah seksual menurun di luar angkasa.

Apakah ini artinya astronaut pria rentan mengalami disfungsi ereksi?

Sebuah penelitian pada 2023 yang didanai NASA mengungkap, astronaut pria yang kembali dari misi luar angkasa dalam jangka panjang berpotensi mengalami disfungsi ereksi.

Penelitian yang dipublikasi di FASEB Journal ini, merupakan studi pertama yang menilai dampak radiasi kosmik galaksi dan kondisi tanpa gravitasi terhadap kesehatan seksual pria.

Radiasi kosmik galaksi yang sangat tinggi di luar perlindungan medan magnet dan atmosfer Bumi, dapat merusak fungsi jaringan erektil dan efeknya bisa bertahan selama puluhan tahun.

Mikrogravitasi juga memberikan dampak negatif, meskipun tidak sebesar radiasi. Namun bukan berarti tidak ada solusi untuk disfungsi ereksi pada pria.

[Gambas:Video CNN]

"Meskipun dampak negatif radiasi kosmik galaksi berlangsung lama, peningkatan fungsional yang diinduksi dengan menargetkan jalur redoks dan oksida nitrat secara akut di jaringan menunjukkan disfungsi ereksi mungkin dapat diobati," tutur penulis senior dalam penelitian tersebut, Justin La Favor, sepert dilansir The Guardian.

Adapun penelitian ini menggunakan tikus sebagai model. Hasilnya menunjukkan, paparan radiasi kosmik meningkatkan stres oksidatif dalam jaringan, yang mengganggu fungsi arteri yang mensuplai darah ke penis.

Meskipun tikus percobaan juga mengalami efek mikrogravitasi, dampaknya lebih ringan dibanding radiasi.

"Secara kolektif, hasil ini menunjukkan fungsi neurovaskular jaringan ereksi mungkin terganggu sepanjang sisa rentang kesehatan seksual para astronaut setelah kembali ke Bumi dari eksplorasi luar angkasa yang berkepanjangan," tulis para peneliti.

Namun seperti yang disebutkan La Favor sebelumnya, ada solusi berupa perawatan dengan antioksidan spesifik untuk meningkatkan fungsi jaringan setelah terpapar sinar kosmik galaksi. Jadi, para astronaut pria tak perlu terlalu berkecil hati.

(rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |