Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan geopolitik global yang memicu kekhawatiran kenaikan harga energi di berbagai negara.

Bahlil menegaskan stabilitas harga energi tetap menjadi prioritas pemerintah, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.

“Alhamdulillah selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri tidak terjadi antrean berarti di SPBU. Kendaraan listrik dapat dilayani dengan baik melalui SPKLU, distribusi LPG berjalan lancar, serta pasokan solar juga terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil.

Ia memastikan hingga saat ini harga BBM masih tetap stabil meskipun dinamika global berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi dunia.

“Hingga saat ini harga BBM juga belum mengalami kenaikan,” katanya.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah terus mencari solusi agar kebijakan subsidi energi tetap mampu melindungi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

“Hingga semalam arahan Bapak Presiden adalah mencari solusi terbaik agar kebijakan subsidi tidak memberatkan rakyat, meskipun dalam kondisi krisis global. Saya bersama Menteri Keuangan terus berupaya mencari langkah terbaik agar masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi mengganggu distribusi energi.

Bahlil menegaskan SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan bukan untuk praktik penimbunan atau aktivitas yang tidak sesuai peruntukan.

“Jika dalam satu hari kebutuhan BBM cukup 30 hingga 40 liter, maka gunakan secukupnya. Tidak perlu melakukan panic buying,” kata Bahlil.

Ia mengungkapkan pemerintah menemukan indikasi adanya kendaraan yang mengantre BBM bukan untuk kebutuhan distribusi, melainkan untuk ditimbun dan dijual kembali.

“Kami menemukan di lapangan adanya kendaraan yang mengantre di SPBU bukan untuk kebutuhan distribusi barang, melainkan untuk tujuan lain seperti penimbunan dan penjualan kembali. Dalam kondisi global seperti saat ini, kita semua harus bersikap bijak dalam menghadapi situasi,” ujarnya.

Bahlil juga mengimbau masyarakat menggunakan energi secara efisien guna menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Saya mengimbau masyarakat menggunakan energi sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Contohnya ketika memasak menggunakan LPG, jika masakan sudah matang mohon kompor dimatikan agar tidak terjadi pemborosan. Hal-hal sederhana seperti ini sangat membantu menjaga ketahanan energi nasional,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, cadangan energi nasional saat ini masih berada dalam batas aman sesuai standar minimal nasional, baik untuk BBM jenis solar maupun bensin.

Pemerintah optimistis dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, stabilitas energi nasional tetap terjaga meskipun situasi global masih diliputi ketidakpastian.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |