Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hal itu disampaikan Bahlil di tengah meningkatnya tensi konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Bahlil menjelaskan, skema harga BBM di dalam negeri terbagi menjadi dua kategori, yakni subsidi dan non-subsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harga yang disubsidi, pertalite, itu mau naik berapapun (harga minyak dunia) tetap harganya (di dalam negeri) sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, harga mengikuti mekanisme pasar dan dapat berfluktuasi sesuai perkembangan harga minyak global.
Ia menjelaskan dinamika harga BBM non-subsidi bukanlah hal baru. Terlebih, sudah ada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur soal harga BBM.
Bahlil pun menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menaikkan harga BBM non-subsidi menjelang Lebaran.
"Sampai dengan kami rapat tadi belum ada (keputusan menaikkan harga BBM). Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," ujar Bahlil.
Bahlil juga memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman. Ia mengatakan cadangan BBM saat ini berada di atas standar minimum nasional, yakni sekitar 23 hari.
Angka tersebut dinilai masih dalam batas wajar mengingat kapasitas penyimpanan nasional maksimal hanya berkisar 25 hingga 26 hari.
"Storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Enggak lebih dari itu," ucap Bahlil.
Pemerintah saat ini tengah mengupayakan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan agar ketahanan energi nasional bisa mencapai standar internasional, yakni cadangan hingga tiga bulan.
(dhz/ins)

3 hours ago
1

















































